Menu

Mode Gelap
Daulat Energi Dorong Percepatan Kompor Induksi untuk Serap Surplus Listrik Nasional Ekonomi Tumbuh tapi Rupiah Lemah dan Fiskal Tertekan Kasus Korupsi LPEI, CBA Pertanyakan KPK Kelanjutan Pemeriksaan Direktur BNI Munadi Herlambang Distribution Goals: Strategi Distribusi Daging Agar Tepat Sasaran dan Berkesan Pertumbuhan 5,61 Persen tapi Rakyat tak Merasakannya Dukcapil Dorong Verifikasi Digital dan Keamanan Data Pribadi

PENDIDIKAN

Animal Welfare dalam Islam: Bedah Kitab Al-Mufaṣṣal soal Kenyamanan Hewan Kurban

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Konsep animal welfare atau kesejahteraan hewan sering kali dianggap sebagai pemikiran Barat modern, padahal Islam telah mengaturnya secara detail sejak empat belas abad silam. Dalam kitab Al-Mufaṣṣal fī Aḥkām al-Uḍḥiyah, kesejahteraan hewan kurban menjadi sorotan utama yang tidak terpisahkan dari keabsahan ibadah. Islam memandang hewan kurban bukan sebagai objek mati, melainkan makhluk bernyawa yang memiliki hak untuk diperlakukan dengan penuh kasih sayang bahkan hingga detik terakhir hidupnya.

Kesejahteraan ini dimulai jauh sebelum hari raya. Hewan kurban harus diberikan pakan yang baik, air yang cukup, dan tempat berteduh yang layak. Menelantarkan hewan kurban di bawah terik matahari atau dalam kondisi lapar adalah perbuatan yang dicela.

Bahkan saat akan disembelih, syariat melarang hewan tersebut dibuat stres. Hewan tidak boleh diseret atau dipaksa berjalan di luar kemampuannya. Rasa nyaman ini krusial karena kurban adalah persembahan kepada Allah, dan Allah hanya menerima sesuatu yang baik serta dihasilkan dari proses yang baik pula.

Salah satu bukti paling kuat soal animal welfare dalam Islam adalah larangan mengasah pisau di depan hewan. Ini menunjukkan kepedulian Islam terhadap kesehatan mental hewan. Begitu pula sunnah untuk memberikan air minum terakhir bagi hewan sebelum dieksekusi. Semua detail ini membuktikan bahwa Islam adalah agama yang sangat humanis terhadap seluruh alam. Memahami kesejahteraan hewan berarti memahami esensi ibadah yang rahmatan lil ‘alamin. Kurban yang sempurna adalah kurban yang memadukan ketegasan hukum fiqih dengan kelembutan kasih sayang terhadap makhluk Tuhan.

Selain itu, dilarang menyembelih hewan di hadapan hewan lainnya untuk menjaga perasaan mereka. Prinsip ihsan ini mewajibkan kita memberikan kenyamanan maksimal guna meminimalisir rasa sakit. Dengan memuliakan hewan, kita sejatinya sedang memuliakan perintah Sang Pencipta. Inilah kemuliaan syariat yang menyeimbangkan antara ketaatan ritual dengan etika kemanusiaan yang luhur.*

==========

*KH Bachtiar Nasir | Pembina AQL Qurban Care

Sumber: Al-Mufaṣṣal fī Aḥkām al-Uḍḥiyah, Bab 1: Syurūṭ al- Uḍḥiyah dan Bab 2: Ādāb aż-Żabḥi

Foto: dok. AQL

AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas | Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan.

WA: 0857 1873 5254, IG: @aql.qurbancare, www.qurbancare.org.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Distribution Goals: Strategi Distribusi Daging Agar Tepat Sasaran dan Berkesan

12 Mei 2026 - 16:42 WIB

Eco-Friendly Qurban: Menjaga Kebersihan Lingkungan saat Eksekusi Syariat

9 Mei 2026 - 10:10 WIB

No Camera on Blood: Etika Syiar Qurban di Era Media Sosial

7 Mei 2026 - 07:52 WIB

Populer PENDIDIKAN