Menu

Mode Gelap
Prabowo: 2045 Indonesia Jadi Ekonomi Keempat Terbesar Dunia Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden Tekiro dan ITS Surabaya Kembali Gelar Servis Gratis Dan Pelatihan Otomotif Untuk Masyarakat Surabaya Prabowo Minta Pengusaha Muda Jadi Patriot Ekonomi, Jangan Bawa Kabur Kekayaan Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak Saut Situmorang Sebut Korupsi MBG Merampok Orang Lapar, Desak Purbaya Diperiksa

UPDATE NEWS

Birokrasi Istana Dinilai Menelantarkan Belasan Utusan Diplomatik Negara Sahabat

badge-check


					Foto: Mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat (AS), Dino Patti Djalal, dok. media indonesia Perbesar

Foto: Mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat (AS), Dino Patti Djalal, dok. media indonesia

INAnews.co.id, Jakarta– Birokrasi Istana Kepresidenan mendapat sorotan tajam setelah dinilai menelantarkan belasan utusan diplomatik negara sahabat. Kelambatan ini dianggap menyandera hak kerja para diplomat dan mencoreng muka Indonesia di mata internasional.

Kritik pedas tersebut dilayangkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, melalui akun X pribadinya pada Selasa (2/6/2026). Dino membeberkan ada 17 calon duta besar (Dubes) asing yang kini “terjebak” di Jakarta tanpa status operasional yang jelas.

“Dari mereka ada yang sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yang menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi,” ungkap Dino.

Membawa Dampak Buruk Hubungan Bilateral

Sikap pasif Istana dalam mengagendakan penyerahan surat kepercayaan (credential) ini dinilai mencederai etika resiprositas diplomasi global. Dino mengingatkan bahwa pemerintah asing selalu menyambut dan memproses penempatan Dubes RI di negara mereka dengan cepat.

Ketimpangan perlakuan ini dikhawatirkan memberi sinyal negatif bahwa Indonesia tidak serius dalam menjaga hubungan bilateral dengan negara-negara pengirim.

Reputasi Negara Jadi Pertaruhan

Dino menegaskan bahwa hambatan administratif di level tertinggi pemerintahan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena taruhannya adalah nama baik bangsa.

“Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana karena menyangkut reputasi diplomatik kita,” tuntut Dino.

Macetnya prosesi sakral diplomatik ini memperpanjang daftar pertanyaan publik mengenai efisiensi manajemen protokoler di Istana Kepresidenan saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden

11 Juni 2026 - 18:58 WIB

Empat Kali Kalah Pilpres, Prabowo: Saya Ingin Selamatkan Indonesia

11 Juni 2026 - 09:54 WIB

ASPERINDO Serukan Pembatalan Tarif Baru Kargo Udara, Waspadai Lonjakan Biaya Distribusi Nasional

10 Juni 2026 - 19:43 WIB

Populer UPDATE NEWS