Menu

Mode Gelap
Alasan Presiden Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana Birokrasi Istana Dinilai Menelantarkan Belasan Utusan Diplomatik Negara Sahabat Perlindungan Konsumen Tidak Bisa Lagi Sentralistis: Saatnya Pemerintah Daerah Menjadi Garda Terdepan Mahasiswa Institut STIAMI Sukses Menyelesaikan Program Magang di Jepang Presiden Copot Kepala BGN Pakar Kritik Keras Prabowo soal Kunjungan Luar Negeri

UPDATE NEWS

Birokrasi Istana Dinilai Menelantarkan Belasan Utusan Diplomatik Negara Sahabat

badge-check


					Foto: Mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat (AS), Dino Patti Djalal, dok. media indonesia Perbesar

Foto: Mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat (AS), Dino Patti Djalal, dok. media indonesia

INAnews.co.id, Jakarta– Birokrasi Istana Kepresidenan mendapat sorotan tajam setelah dinilai menelantarkan belasan utusan diplomatik negara sahabat. Kelambatan ini dianggap menyandera hak kerja para diplomat dan mencoreng muka Indonesia di mata internasional.

Kritik pedas tersebut dilayangkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, melalui akun X pribadinya pada Selasa (2/6/2026). Dino membeberkan ada 17 calon duta besar (Dubes) asing yang kini “terjebak” di Jakarta tanpa status operasional yang jelas.

“Dari mereka ada yang sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yang menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi,” ungkap Dino.

Membawa Dampak Buruk Hubungan Bilateral

Sikap pasif Istana dalam mengagendakan penyerahan surat kepercayaan (credential) ini dinilai mencederai etika resiprositas diplomasi global. Dino mengingatkan bahwa pemerintah asing selalu menyambut dan memproses penempatan Dubes RI di negara mereka dengan cepat.

Ketimpangan perlakuan ini dikhawatirkan memberi sinyal negatif bahwa Indonesia tidak serius dalam menjaga hubungan bilateral dengan negara-negara pengirim.

Reputasi Negara Jadi Pertaruhan

Dino menegaskan bahwa hambatan administratif di level tertinggi pemerintahan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena taruhannya adalah nama baik bangsa.

“Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana karena menyangkut reputasi diplomatik kita,” tuntut Dino.

Macetnya prosesi sakral diplomatik ini memperpanjang daftar pertanyaan publik mengenai efisiensi manajemen protokoler di Istana Kepresidenan saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Perlindungan Konsumen Tidak Bisa Lagi Sentralistis: Saatnya Pemerintah Daerah Menjadi Garda Terdepan

2 Juni 2026 - 22:59 WIB

Bimo Andono, S.H., M.M., Pengamat Kebijakan Publik dan Anggota Kajian Strategis dan Pengembangan Riset Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB)

Presiden Copot Kepala BGN

2 Juni 2026 - 21:50 WIB

Anies Puji Dino usai Eks Diplomat Kritisi Seringnya Prabowo ke Luar Negeri

2 Juni 2026 - 17:16 WIB

Populer UPDATE NEWS