BREAKING NEWS
dark_mode
Trending Tags

Mahasiswa Institut STIAMI Sukses Menyelesaikan Program Magang di Jepang

  • account_circle Syubhan Akib
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, INAnews – Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI kembali menorehkan prestasi melalui keberhasilan empat mahasiswa Program Studi Hospitaliti dan Pariwisata yang telah menyelesaikan program magang selama satu tahun di Jepang.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Institut STIAMI dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi global, kemampuan adaptasi lintas budaya, serta pengalaman kerja internasional yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Program magang ke Jepang saat ini memang semakin populer di kalangan mahasiswa Indonesia, baik melalui jalur pemerintah, perguruan tinggi, maupun lembaga swasta. Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan teknologi maju, budaya kerja profesional, serta tingkat disiplin yang tinggi.

Bagi mahasiswa, magang di Jepang tidak hanya menjadi sarana mengasah keterampilan sesuai bidang studi, tetapi juga kesempatan untuk memahami etos kerja internasional, memperluas jejaring global, serta mengembangkan karakter dan kemampuan adaptasi dalam lingkungan multikultural.

Menyadari pentingnya pengalaman internasional bagi mahasiswa, Program Studi Hospitaliti dan Pariwisata Institut STIAMI secara konsisten memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti program magang di Jepang. Program ini menjadi bagian dari upaya Institut STIAMI dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat global.

Menurut Dr. Nur Fitri Rahmawati, S.AB., M.A., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen (FISMA) Institut STIAMI, keberhasilan mengikuti program magang di Jepang memerlukan persiapan yang matang, khususnya dalam aspek bahasa.

“Bahasa adalah kunci utama saat mahasiswa magang di Jepang. Kemampuan Bahasa Jepang sangat menentukan kelancaran proses adaptasi, komunikasi di tempat kerja, hingga peluang untuk melanjutkan karier setelah magang. Level N4 adalah tingkat dasar menengah dalam ujian kemampuan Bahasa Jepang atau Japanese Language Proficiency Test (JLPT). Pada level ini, mahasiswa sudah mampu memahami percakapan sehari-hari, membaca tulisan sederhana, serta memahami instruksi kerja dasar di tempat magang,” jelasnya.

Selain kemampuan bahasa, mahasiswa juga dituntut memahami budaya kerja Jepang yang terkenal dengan standar kualitas tinggi, efisiensi, inovasi, dan kedisiplinan. Pengalaman tersebut memberikan nilai tambah yang sangat penting ketika mahasiswa memasuki dunia kerja profesional.

Hal senada disampaikan oleh Heni Pridia Rukmini Sari, S.S., M.Par., Kepala Program Studi Hospitaliti dan Pariwisata Institut STIAMI.

“Magang di Jepang memberikan pengalaman kerja dengan standar internasional. Mahasiswa dapat belajar secara langsung bagaimana perusahaan asing beroperasi, memahami budaya kerja mereka, serta menerapkan standar profesional yang tinggi. Pengalaman ini menjadi nilai tambah yang sangat berharga karena menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk beradaptasi dalam lingkungan kerja global,” ujarnya.

Bekerja di perusahaan-perusahaan Jepang juga menuntut pemahaman mendalam mengenai etika profesional, mulai dari ketepatan waktu, tata cara berkomunikasi, hingga penerapan filosofi Kaizen atau perbaikan berkelanjutan.

Di Jepang, ketepatan waktu dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap orang lain dan menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas serta kualitas kerja.

Untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan tersebut, Institut STIAMI menyelenggarakan Pre Departure Training sebelum keberangkatan ke Jepang.

Baby Poernomo, S.S., M.A., Kepala STIAMI International Office and Language Center (IO-SLC) Institut STIAMI sekaligus Ketua Kontingen Indonesia Program Pertukaran Pemuda ASEAN–Jepang (SSEAYP/Nippon Maru) Tahun 2003, menjelaskan bahwa pembekalan tersebut dirancang untuk membangun kesiapan mental, kemandirian, dan kemampuan beradaptasi mahasiswa.

“Sebelum berangkat, kami selalu memberikan Pre Departure Training, di mana mahasiswa dilatih untuk mempersiapkan dirinya menjadi pribadi yang mandiri, mampu mengatasi masalah, mengambil keputusan dengan baik, serta memahami nilai dan norma masyarakat Jepang sebagai negara dengan budaya komunikasi yang tinggi atau high-context culture. Yang terpenting adalah mahasiswa harus memahami bahwa pengalaman magang bukan sekadar memperoleh sertifikat, melainkan nilai hidup yang akan dibawa pulang sepanjang hayat,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh pengalaman empat mahasiswa Institut STIAMI yang baru saja kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan program magang selama satu tahun di Jepang, yaitu Dewi Ramadani Syafutri, Grasela Finataria Saragi, Eka Rahayu Syafiqah, dan Fanny Florentcia Witarsa.

Pengalaman yang Membentuk Karakter

Dewi Ramadani Syafutri mengaku bahwa masa awal menjalani magang di Jepang merupakan periode yang penuh tantangan.

“Di masa awal mengikuti magang di Jepang saya merasa sangat berat. Jauh dari keluarga, menghadapi perbedaan bahasa, budaya, dan tuntutan kerja yang tinggi bukanlah hal mudah. Culture shock dan homesick sudah pasti. Namun dari situlah rasa tanggung jawab tumbuh. Saya bersyukur sebelum berangkat ke Jepang, Institut STIAMI memberikan Pre Departure Training yang membuat saya mampu meningkatkan kualitas diri serta mempertahankan profesionalisme kerja,” tuturnya.

Sementara itu, Grasela Finataria Saragi menilai pengalaman magang di Jepang sebagai perjalanan hidup yang memberikan banyak pelajaran berharga.

“Magang di Jepang merupakan pengalaman hidup yang tak ternilai bagi saya. Ini adalah perjalanan yang mengajarkan ketekunan, kesabaran, serta pentingnya untuk terus belajar dan bekerja sama. Kesempatan mengunjungi berbagai tempat di Jepang juga memperkaya wawasan saya serta membuka sudut pandang baru mengenai budaya dan kehidupan masyarakat Jepang. Pengalaman ini mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang lebih toleran dan menghargai perbedaan,” katanya.

Bagi Eka Rahayu Syafiqah, program magang di Jepang merupakan proses pembentukan karakter yang akan memberikan manfaat jangka panjang.

“Magang ke Jepang bukan hanya soal bekerja di luar negeri. Ini adalah proses pembentukan karakter, mental, dan keterampilan yang akan berguna seumur hidup. Pengalaman tinggal di Jepang membuka wawasan global dan meningkatkan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan kerja multikultural. Konsep Kaizen, Teamwork, dan Seishin atau semangat kerja adalah nilai-nilai yang sangat saya pelajari selama berada di Jepang. Terima kasih STIAMI atas bekal hidup yang luar biasa ini,” ujarnya.

Sedangkan Fanny Florentcia Witarsa menilai Jepang sebagai negara yang menawarkan pengalaman belajar yang lengkap, baik dari sisi budaya maupun perkembangan teknologi.

“Sayang rasanya jika magang ke Jepang hanya dianggap sebagai pengalaman bekerja di luar negeri. Jepang memiliki kombinasi unik antara modernitas dan tradisi. Budaya kerjanya terkenal disiplin dan kolektif, sementara teknologi menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Pengalaman ini mengajarkan saya untuk terus mengikuti perkembangan zaman dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat,” ungkapnya.

Menyiapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Keberhasilan mahasiswa Institut STIAMI dalam menyelesaikan program magang di Jepang menunjukkan komitmen institusi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter, etos kerja, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta wawasan global yang dibutuhkan di era persaingan internasional.

Melalui program ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar secara langsung dari lingkungan kerja berstandar internasional sekaligus membawa pulang nilai-nilai kehidupan yang berharga, seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, perbaikan berkelanjutan, dan semangat untuk terus belajar.

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi mereka dalam berkontribusi bagi dunia kerja, masyarakat, dan pembangunan bangsa di masa depan.

  • Penulis: Syubhan Akib

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • Kemendag Ajak Pelaku Usaha Indonesia Manfaatkan Peluang Ekspor Mamin ke Spanyol

    Kemendag Ajak Pelaku Usaha Indonesia Manfaatkan Peluang Ekspor Mamin ke Spanyol

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta-Kementerian Perdagangan mengajak pelaku usaha Indonesia memanfaatkan peluang ekspor produk makanan dan minuman (mamin) ke pasar Eropa, khususnya Spanyol di tengah pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kasan saat memberikan sambutan pada kegiatan webinar dengan tema “Sharing Session Mengenalkan Produk Makanan & Minuman Serta Kuliner Indonesia di Spanyol”pada Kamis […]

  • BNI Syariah Dukung Pengembangan Halal Entertainment Lewat Animasi Riko The Series

    BNI Syariah Dukung Pengembangan Halal Entertainment Lewat Animasi Riko The Series

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – BNI mendukung pengembangan halal entertainment, media and recreation melalui sinergi dengan Garis 10 sebagai perusahaan content creator animasi Riko The Series.

  • Coolant Radiator Valvoline Ini Mampu Beri Proteksi Lebih Lama pada  Kendaraan

    Coolant Radiator Valvoline Ini Mampu Beri Proteksi Lebih Lama pada Kendaraan

    • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Valvoline Inc pemasok pelumas bermerek premium dan layanan otomotif terkemuka dunia asal Amerika Serikat, memperkenalkan dua produk pendingin radiator (radiator coolant) bagi para pecinta otomotif di Indonesia, yaitu Valvoline Long Life Coolant dan All Weather Coolant. Kedua pendingin radiator yang dihadirkan Valvoline merupakan produk RTU (ready to use), yang dilengkapi dengan tekonologi Organic […]

  • Temukan Pernikahan Budaya Asli Indonesia di IDWF 2020

    Temukan Pernikahan Budaya Asli Indonesia di IDWF 2020

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta  – Kebutuhan akan pernikahan terus berkembang dari masa ke masa. Pasalnya setiap calon pengantin memiliki impian tersendiri untuk acara pernikahannya.

  • Masyarakat Desa Harus Mengerti dan Menguasai Literasi Digital

    Masyarakat Desa Harus Mengerti dan Menguasai Literasi Digital

    • calendar_month Minggu, 30 Okt 2022
    • account_circle Syubhan Akib
    • 0Komentar

    Jakarta, INAnews – Literasi Digital saat ini sangat dibutuhkan terutama pada desa-desa yang ada di Indonesia, mengingat bahwa banyak sekali potensi yang ada di desa seperti potensi wisata maupun potensi SDM yang dimiliki untuk meningkatkan ekonomi desa. Desa-desa pun sudah memiliki BUMDes yang dikelola oleh pemerintah desa, sehingga diharapkan seluruh desa mampu mendorong pengembangan dan […]

  • Meca Indonesia Final Audio Contest lahirkan juara baru

    Meca Indonesia Final Audio Contest lahirkan juara baru

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2019
    • account_circle Adin
    • 0Komentar

    INAnews TV, Jakarta – MECA sebuah car audio competition dari USA yang telah bergulir di tanah air.

expand_less