Menu

Mode Gelap
Prabowo: 2045 Indonesia Jadi Ekonomi Keempat Terbesar Dunia Tiga Tahun Lagi Kita Kuat di Energi, Kata Presiden Tekiro dan ITS Surabaya Kembali Gelar Servis Gratis Dan Pelatihan Otomotif Untuk Masyarakat Surabaya Prabowo Minta Pengusaha Muda Jadi Patriot Ekonomi, Jangan Bawa Kabur Kekayaan Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak Saut Situmorang Sebut Korupsi MBG Merampok Orang Lapar, Desak Purbaya Diperiksa

POLITIK

Mengusulkan Cukai Emisi Kendaraan BBM

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– INDEF mengusulkan penerapan cukai emisi terhadap kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) sebagai instrumen ganda: mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus mendongkrak penerimaan negara. Mekanisme ini disebut sebagai penerapan prinsip polluter pays.

“Ketika kami coba hitung, kurang lebih per tahun itu bisa menghasilkan kurang lebih 40 triliun rupiah,” ungkap Andry Satrio Nugroho, Kepala CITI INDEF, dalam wawancara di kanal YouTube INDEF, Selasa (2/6/2026).

Dalam skema yang diusulkan, pembeli kendaraan BBM akan dikenai biaya tambahan berdasarkan tingkat emisi yang dihasilkan, berkisar antara 10 hingga 30 persen dari harga kendaraan. Sebaliknya, pembeli kendaraan listrik tetap mendapatkan insentif karena emisi yang jauh lebih rendah.

Andry menyebut potensi penerimaan dari cukai emisi ini jauh melampaui cukai plastik maupun cukai minuman berpemanis dalam kemasan. INDEF saat ini tengah melakukan advokasi kepada pemerintah agar cukai berbasis lingkungan tersebut segera masuk dalam agenda kebijakan fiskal nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak

11 Juni 2026 - 14:49 WIB

Kritik Keras Kebijakan Ekonomi Purbaya

11 Juni 2026 - 08:50 WIB

Mendukung Chatib Basri Jadi Menkeu, Menolak Purbaya Pimpin BI

10 Juni 2026 - 17:50 WIB

Populer POLITIK