INAnews.co.id, Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) terhadap proses manufaktur maupun pembangunan proyek di Indonesia.
Langkah strategis ini dinilai mampu menggenjot produktivitas industri kecil dan menengah (IKM), terutama sektor penghasil komponen, serta dapat bertujuan untuk melakukan substitusi produk impor.
“Upaya yang telah dilakukan Kemenperin, misalnya memacu pengembangan sentra IKM logam di Ceper, Klaten, Jawa Tengah agar lebih berdaya saing dan memiliki akses pasar yang luas,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Kamis (3/1/2019).
Gati menyebutkan, beberapa produk unggulan yang sudah mampu dihasilkan oleh para pelaku IKM logam di Ceper, antara lain komponen mesin industri, komponen pabrik, peralatan kapal, komponen kereta api, komponen pompa air, peralatan rumah tangga, permesinan dan komponen otomotif.
Gati mengemukakan, di sentra tersebut, terdapat Koperasi Batur Jaya yang beranggotakan sebanyak 168 IKM bergerak di bidang pengecoran logam dengan melibatkan lebih dari 4.000 tenaga kerja.
“Selama 27 tahun, Koperasi Batur Jaya bekerja sama dengan PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) untuk pemenuhan kebutuhan blok rem metalik kereta api. Kini, penggunaan blok rem metalik diganti dengan blok rem komposit,” jelas Gati.
Kemenperin telah memfasilitasi kerja sama Koperasi Batur Jaya dengan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Kemenperin di Bandung, yang saat ini masih dalam tahap pengujian dengan PT KAI.
“Kebutuhan PT KAI terhadap blok rem komposit diperkirakan hingga 120 ribu pcs per tahun dengan harga berkisar Rp203.700 per buah,” ujar Gati.
Gati menyampaikan bila peluang produksi blok rem komposit tersebut dapat dilakukan oleh industri dalam negeri, terdapat potensi substitusi impor blok rem komposit mencapai Rp.24 miliar per tahun.
Program yang telah dijalankan, di antaranya pelaksanaan bimbingan teknis blok rem komposit, pemberian sertifikasi SKKNI, ISO dan SNI, melakukan kegiatan temu bisnis IKM dengan BUMN dan industri besar, serta menggelar workshop e-Smart IKM.






