Menu

Mode Gelap
Parpol di Indonesia Dinilai Bukan Partai Sejati, Melainkan “Perusahaan Keluarga” Mengapa Kasus Pidana Pemilu Jarang Diproses? Ahli Ungkap Sistem “Berputar-putar” Ketujuh Komisioner KPU Pernah Dihukum karena Pelanggaran Etika Ahli: Sistem Pilkada Lewat DPRD Justru Picu Transaksi Politik Lebih Parah Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada BAT Bank Akui Dana USD 1 Juta Dikuasai, CWIG Ultimatum Pengembalian Secepatnya

UPDATE NEWS

Resmikan Gedung PPNI, Wawali Himbau Perawat Untuk Menjiwai Nilai-Nilai PO-5

badge-check


					Resmikan Gedung PPNI, Wawali Himbau Perawat Untuk Menjiwai Nilai-Nilai PO-5 Perbesar

INAnews.co.id, Baubau – Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse saat menghadiri peresmian gedung Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Baubau, Sabtu, (13/2/2021)

melalui sambutannya, menghimbau para Perawat untuk menjiwai dan menerapkan nilai-nilai luhur PO-5. Yaitu “Pomamasiaka, Poangka-angka taka, Popiapiara, Pomamaeaka, dan Pobinci-binciki kuli”.

Menurut La Ode Ahmad Monianse, dengan menjiwai nilai-nilai luhur PO-5 perawat dapat menjalankan profesinya dengan tulus tanpa membeda-bedakan pasien yang dirawatnya. Di samping itu, dengan nilai-nilai PO-5, ketulusan dalam menjalankan profesi sebagai perawat akan lebih tinggi karena menganggap pasien adalah bagian dari diri seorang perawat.

“Wali Kota kita sangat berharap, dengan nilai-nilai luhur PO-5 ini, seorang Perawat bisa bekerja dengan tulus dan menjiwai profesinya. Yang kita rawat itu harus menjadi bagian dari diri kita agar kita benar-benar total dalam memberikan perawatan. Karena kalau kita masih menganggap yang kita rawat itu adalah orang lain maka kita tidak akan pernah total dalam memberikan pelayanan”, ujarnya.

La Ode Ahmad Monianse juga berharap, dengan semangat PO-5 para Perawat dapat menjaga semangat persatuan dan kesatuan. Pasalnya, dengan semangat persatuan dan kesatuan, komunikasi antara insan perawat akan selalu terjalin. Menurutnya, berbentuk lingkaran pada lambang PPNI merupakan simbol persatuan bagi Perawat Indonesia yang harus selalu dijaga dan dipelihara.

“Kalau kita lihat lambang dari PPNI yang berbentuk lingkaran ini, itu adalah sebuah simbol bahwa kita tidak boleh terpecah belah walaupun kita berasal dari berbagai daerah. Baik itu Baubau, Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, dan Buton Utara. Tapi semangat PPNI harus tetap dalam satu kesatuan yang utuh”, jelasnya.

“Mari kita jaga terus semangat persatuan dan kesatuan ini, sebagaimana yang diharapkan bapak Wali Kota kita Dr. H. AS Tamrin, MH. Beliau selalu mengingatkan kepada kita bahwa ada nilai-nilai luhur di Negeri ini. Yaitu Sara Patanguna yang kemudian beliau elaborasi menjadi PO-5 yaitu: Pomamasiaka, Poangka-angka taka, Popiapiara, Pomamaeaka, dan Pobinci-binciki kuli”, imbuhnya.

Untuk itu, orang nomor dua di Kota Baubau ini menekankan agar PO-5 tidak hanya menjadi slogan yang ditempel di dinding-dinding rumah dan perkantoran saja.

Namun ia sangat berharap agar nilai-nilai luhur dari PO-5 tersebut dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh lapisan masyarakat Baubau khususnya dan Buton pada umumnya.

“Saya perlu ingatkan kepada kita semua termasuk kalangan pejabat di pemerintah Kota Baubau, bahwa PO-5 ini tidak hanya ditempel di dinding rumah dan kantor-kantor saja. Namun harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya lantang di podium tapi tidak diikuti dengan penerapannya, karena Wali Kota kita tidak mengangkat nilai-nilai PO-5 ini hanya sebagai retorika belaka namun harus diterapkan”, tandasnya.

Atas nama Pemerintah Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse sangat mengapresiasi semangat dari pengurus PPNI Kota Baubau tersebut. Ia juga berharap, dengan adanya gedung sekretariat PPNI tersebut para insan perawat dapat bersatu serta menjadikan sekretariat tersebut sebagai pusat pergerakan organisasi dalam memantapkan pengabdian.

“Mudah-mudahan di sekretariat ini akan dilakukan program-program peningkatan kapasitas profesi keperawatan. Seiring dengan perkembangan teknologi, keperawatan tidak hanya sekedar mengandalkan apa yang didapatkan di bangku pendidikan. Perawat harus terus mengupdate terus pemahamannya tentang apa yang terbaik yang harus dilakukan oleh seorang perawat”, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

Gakeslab Indonesia Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam Sumatera Dan Rehabilitasi RSUD Aceh Tamiang

10 Januari 2026 - 13:06 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Populer UPDATE NEWS