Menu

Mode Gelap
Parpol di Indonesia Dinilai Bukan Partai Sejati, Melainkan “Perusahaan Keluarga” Mengapa Kasus Pidana Pemilu Jarang Diproses? Ahli Ungkap Sistem “Berputar-putar” Ketujuh Komisioner KPU Pernah Dihukum karena Pelanggaran Etika Ahli: Sistem Pilkada Lewat DPRD Justru Picu Transaksi Politik Lebih Parah Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada BAT Bank Akui Dana USD 1 Juta Dikuasai, CWIG Ultimatum Pengembalian Secepatnya

UPDATE NEWS

Terkait Banjir Di Kota Bitung, Yanto: Stop Salahkan Alam Dan Masa Lalu

badge-check


					Terkait Banjir Di Kota Bitung, Yanto: Stop Salahkan Alam Dan Masa Lalu Perbesar

 

INAnews.co.id Bitung– Pemberitaan terkait banjir dan lumpur yang ada di Pusat Kota Bitung menjadi pembicaraan hangat di Media soaial, hal ini terus ditanggapi oleh Pemerhati Sosial Yanto Mandulangi.

Menurut Yanto, persoalan banjir tidak akan selesai kalau hanya di bicarakan atau diperdebatkan, masaalah banjir harus menjadi prioritas dan diselesaikan dengan cara bekerja.

“Polemik banjir di Bitung tidak akan selesai hanya dengan nyinyiran dan bualan belaka apa lagi menyalahkan masa lalu sebagai warisan problem, jika ini terus dijadikan dalil atau pembenaran itu artinya Kota Bitung salah asuhan”, ungkap Yanto.

Yanto juga meminta kepada Pemerintah Kota Bitung khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota, agar dapat melanjutkan beberapa program dari Wali Kota sebelumnya.

“Alangkah baiknya kalau Pemerintah yang sekarang melanjutkan beberapa program Wali Kota sebelumnya yaitu:
1. Berdayakan dan optimalisasi program kelurahan tangguh (warisan MJL) yang sedianya ini kemarin untuk covid hari ini di ubah program eksekusinya fokus pada soal banjir berbasis kelurahan dan lingkungan

2. Aktifkan kembali “JUMPA BERLIAN” Jumat pagi bersih lingkungan (warisan Hanson) dengan dua program ini masyarakat merasa bangga karena diberi peran dan dana kelurahan akan terpakai secara efesien dan terkontrol”, ujar Yanto.

Lanjutnya lagi, “Eksekutif hari ini harus berani keluar dari ruang puja puji pendukung dan militan sebab hanya akan membuat terjebak pada lelah tanpa bekerja, Kalau saja dengan bangga pak MMHH menetapkan 1000 titik lampu dan wifi kenapa tidak, hari ini ditetapkan seribu titik kewaspadaan dini”, beber Yanto.

“Karena apa artinya lampu dan wifi kalo setiap hujan datang, wajah kota ini berubah menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, saya percaya setiap kita warga bitung punya kecintaan yang sama terhadap kota ini, tapi maaf jika cara nya berbeda, kami merawat dan menjaga Kota Bitung ini lewat kritik dan solusi”, ucap Yanto.

Yanto juga berharap, semua masyarakat berperan aktif untuk membantu Pemerintah mengatasi masaalah banjir yang ada di Kota Bitung, dengan cara jangan membuang sampah disembarang tempat.

“Untuk itu terkait banjir harus kita sebagai masyarakat yang mendukung penuh agar Pemerintah dapat menuntaskannya, untuk itu stop menyalahkan alam dan masa lalu sebab banjir itu hanya kata sifat dan mengatasinya harus diganti dengan kata kerja”, tutup Yanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

Gakeslab Indonesia Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam Sumatera Dan Rehabilitasi RSUD Aceh Tamiang

10 Januari 2026 - 13:06 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Populer UPDATE NEWS