INAnews.co.id Bitung– Mengamati tentang polemik dan kisruh soal perekrutan Tenaga Harian Lepas (THL) yang terus bergulir, dan masih hangat di bicarakan di tengah-tengah masyarakat, Yanto Mandulangi yang sebagai Pemerhati Kota Bitung angkat bicara.
Yanto mengatakan, kalau dia sangat mengapresiasi kepada Kepala BKPSDM Steven Sulu, yang memberikan statmen di salah satu media online bahwa ini adalah langkah awal Pemkot bitung untuk melakukan perekrutan secara terbuka dan sebagaimana Kota Bitung menuju kota digital, Kamis 1 Juli 2021.
“Saya sangat respect dengan pernyataan Kepala BKPSDM Bitung sebagaimana yang diberitakan oleh salah satu media online, beliau dengan tegas mengatakan kalo perekrutan kali ini adalah langkah awal dan berani, guna memenuhi Bitung kota digital”, ujar Yanto.
Lanjut Yanto, Tak hanya sampai disitu Seteven Sulu juga mengakui kalau kesalahan dalam pengumuman tersebut adalah murni kesalahan dari pihaknya (Human Eror).
“Kepala BKPSDM sudah mengakui dengan benar adanya kesalahan yang muncul dilapangan murni kesalahan mereka(human error)”, ucap Yanto.
Dikatakannya lagi, bahwa Steven Sulu juga dengan tidak lupa menyertakan permohonan maaf mewakili semua panitia seleksi dengan menitik beratkan bahwa semua kesalahan ini adalah kesalahan mereka dan jangan di kaitkan dengan pimpinan yakni Walikota dan Wakil Walikota.
“Saya kira persoalan ini tidak hanya clear dengan permintaan maaf saja yakni harus di ikuti dengan tanggung jawab moral yakni wajib mengundurkan diri, sebagaimana diawal beliau tegas mengatakan kalo ini adalah langkah berani maka harus berani pula untuk mundur dari amanah ini”, beber Yanto.
Lanjutnya lagi, “sebab semua ini bukan semata soal doble nama, lolos dan tidak beruntung atau tidak dan mencobanya di lain waktu, namun ini soal nasib dan masa depan orang banyak yang telah kalian mainkan, dan jangan lupa penyelenggaraan ini murni menggunakan dana APBD yang didalam nya adalah uang rakyat Bitung yang di himpun”, jelasnya.
Yanto juga menambahkan, “maka langkah mundur adalah paling elok sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada publik juga, dengan sikap mundur ini maka akan menjadi patokan nilai baru bagi semua pejabat publik Bitung untuk meminimalisir setiap kesalahan yang erat kaitannya dengan hajat hidup orang banyak”, harapnya.
“Saya berharap dengan memilih mundur maka wajah pimpinan pun tidak akan ikut terseret/tercoreng dan stigma buruk yang sudah terlanjur beredar, dan menjadi liar pun dapat di selamatkan”, tutup Yanto






