INAnews.co.id Bitung– Kapal Landing Craft Tank (LCT) yang mengangkut container sempat Viral beberapa waktu yang lalu di media sosial, karena mendapat penolakan oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Setelah mendapat penolakan dari masyarakat Kabupaten Sangihe, kapal tersebut berlabuh di Pelabuhan Samudera Kota Bitung, karena sempat viral dan diduga Container tersebut bermuatan bahan peledak maka dari petugas KSOP Bitung menurunkan dan memeriksa muatan tersebut, Selasa 8 February 2022.
Dari pantauan awak media, setelah dibuka Container tersebut hanya bermuatan pipa, meja, kursi dan alat-alat tambang lainnya milik dari PT. TMS (Tambang Mas Sangihe) dan tidak ditemukan bahan peledak atau bahan baku untuk pembuatan bahan peledak.

Pembokaran Container tersebut dilaksanakan di dermaga pelabuhan samudera Bitung, dan disaksikan oleh beberapa petugas dari Polsek KPS Bitung, dan KSOP bersama (PT. TMS) awak media dan masyarakat untuk menyaksikan langsung barang tersebut yang berada di dalam Container.
Pemerhati Kota Bitung Darma Baginda yang pada saat itu menyaksikan langsung pembokaran isi dari Container tersebut angkat bicara, terkait dengan dugaan barang peledak yang berada di atas kapal Landing Craft Tank (LCT).
Menurut Darma seharusnya LSM dan media jangan terlebih dahulu membuat opini tanpa ada bukti yang kuat, sehingga membuat resah ditengah tengah masyarakat dan merugikan bagi pemilik kapal dan pemilik barang.
“Seharusnya LSM dan media lebih profesional dalam melaksanakan tugas, harus ada bukti yang jelas dan jangan membuat keresahan ditengah-tengah masyarakat Kota Bitung”, jelas Darma.
Hal senada juga disampaikan oleh pemilik barang Yongki Tarumingkeng, bahwa barang yang dibawanya itu sudah sesuai dengan yang tertera dalam manifest, dan tidak ada bahan peledak didalamnya.
“Barang yang ada didalam Container tersebut sudah sesuai dengan yang ada dalam manifest, dan tidak ada bahan baku atau bahan peledak”, tegas Yongki sambil menunjukan manifest.
Turut hadir menyaksikan langsung barang tersebut, Waka Polsek KPS Bitung IPTU. Yunus Entengo didampingi oleh Kanit Intel AIPTU. Soeyadi Duhe KSOP Bitung PT. Pelindo Cabang Bitung, dan masyarakat yang berada di dermaga Pelabuhan Samudera Kota Bitung.






