INAnews.co.id Sulut– Terkait sikap arogansi dan pungli perwira Mualim II Boby Sembiring di KM Labobar beberapa waktu yang lalu, kepada seorang jurnalis media Suara Jurnalis Usman Musa, mendapat kecaman dari beberapa Organisasi Wartawan yang ada di Sulawesi Utara (Sulut).
Salah satu kecaman ini muncul dari Ketua Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN) Sulut Resa Lumanu. SE, menurutnya hal ini, sebenarnya tidak boleh terjadi karena Wartawan adalah mitra dari pihak Instansi Pemerintah maupun badan usaha milik pemerintah, Selasa 26 April 2022
“Harusnya Mualim II sebagai perwira dapat melayani masyarakat dengan baik dan tidak arogan, apa lagi melakukan pungli di atas kapal, karena PT Pelni adalah badan usaha milik Negara tentunya akan sangat merugikan Negara”, ucap Resa.
Resa juga berharap, agar hal ini tidak terjadi lagi dan bukan hanya kepada wartawan tapi kepada semua masyarakat pengguna jasa KM Labobar, dan hal ini harus dievaluasi oleh pihak direksi PT Pelni karena hal ini bisa merusak citra PT Pelni kedepan.
“PT Pelni harus mengevaluasi kinerja dari Mualim II, kerena kalau dibiarkan akan menjadi “virus” diatas kapal KM Labobar karena jejak dari Mualim II akan diikuti oleh bawahannya”, beber Resa.
Disisi lain Usman Musa saat dikonfirmasi mengatakan, kalau hal itu benar terjadi karena pada saat kejadian dirinya hendak membayar uang tiket kepada Mualim II, dan bukan Usman saja yang membayar uang tiket kepada Mualim II tetapi ada puluhan orang lagi yang hendak membayar uang tiket kepada perwira tersebut.
“Pada saat saya masuk kedalam pos satpam untuk membayar uang tiket, Mualim II langsung membentak saya dan mengusir saya dengan nada yang tinggi, sehingga didengar oleh para penumpang yang lain dan hal ini membuat saya merasa diermalukan dan dilecehkan oleh oknum Mualim II,” tegas Usman.






