Menu

Mode Gelap
Ahli: Sistem Pilkada Lewat DPRD Justru Picu Transaksi Politik Lebih Parah Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada BAT Bank Akui Dana USD 1 Juta Dikuasai, CWIG Ultimatum Pengembalian Secepatnya CBA Desak Kejati Jabar Usut Pengadaan PC di Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Keamanan Susu Bayi Harus Jadi Prioritas Aksi Buruh 15 Januari Akan Digelar di DPR, Bawa 4 Tuntutan

UPDATE NEWS

Ketua PWOIN Sulut Kecam, Tindakan Arogan dan Dugaan Pungli Mualim II di KM Labobar

badge-check


					Ketua PWOIN Sulut Kecam, Tindakan Arogan dan Dugaan Pungli Mualim II di KM Labobar Perbesar

 

INAnews.co.id Sulut– Terkait sikap arogansi dan pungli perwira Mualim II Boby Sembiring di KM Labobar beberapa waktu yang lalu, kepada seorang jurnalis media Suara Jurnalis Usman Musa, mendapat kecaman dari beberapa Organisasi Wartawan yang ada di Sulawesi Utara (Sulut).

Salah satu kecaman ini muncul dari Ketua Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN) Sulut Resa Lumanu. SE, menurutnya hal ini, sebenarnya tidak boleh terjadi karena Wartawan adalah mitra dari pihak Instansi Pemerintah maupun badan usaha milik pemerintah, Selasa 26 April 2022

“Harusnya Mualim II sebagai perwira dapat melayani masyarakat dengan baik dan tidak arogan, apa lagi melakukan pungli di atas kapal, karena PT Pelni adalah badan usaha milik Negara tentunya akan sangat merugikan Negara”, ucap Resa.

Resa juga berharap, agar hal ini tidak terjadi lagi dan bukan hanya kepada wartawan tapi kepada semua masyarakat pengguna jasa KM Labobar, dan hal ini harus dievaluasi oleh pihak direksi PT Pelni karena hal ini bisa merusak citra PT Pelni kedepan.

“PT Pelni harus mengevaluasi kinerja dari Mualim II, kerena kalau dibiarkan akan menjadi “virus” diatas kapal KM Labobar karena jejak dari Mualim II akan diikuti oleh bawahannya”, beber Resa.

Disisi lain Usman Musa saat dikonfirmasi mengatakan, kalau hal itu benar terjadi karena pada saat kejadian dirinya hendak membayar uang tiket kepada Mualim II, dan bukan Usman saja yang membayar uang tiket kepada Mualim II tetapi ada puluhan orang lagi yang hendak membayar uang tiket kepada perwira tersebut.

“Pada saat saya masuk kedalam pos satpam untuk membayar uang tiket, Mualim II langsung membentak saya dan mengusir saya dengan nada yang tinggi, sehingga didengar oleh para penumpang yang lain dan hal ini membuat saya merasa diermalukan dan dilecehkan oleh oknum Mualim II,” tegas Usman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

Gakeslab Indonesia Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam Sumatera Dan Rehabilitasi RSUD Aceh Tamiang

10 Januari 2026 - 13:06 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Populer UPDATE NEWS