Menu

Mode Gelap
Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada BAT Bank Akui Dana USD 1 Juta Dikuasai, CWIG Ultimatum Pengembalian Secepatnya CBA Desak Kejati Jabar Usut Pengadaan PC di Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Keamanan Susu Bayi Harus Jadi Prioritas Aksi Buruh 15 Januari Akan Digelar di DPR, Bawa 4 Tuntutan CBA: Dugaan Anggaran Pembongkaran 98 Tiang Monorel Rp100 Miliar dan Berpotensi Mark Up

SOSDIKBUD

Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao Bina 30 Kelompok Peternakan

badge-check


					Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, Herman Haning ( foto : INANEWS) Perbesar

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, Herman Haning ( foto : INANEWS)

INAnews.co.id, Rote Ndao – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, melalui Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, telah membina 30 kelompok tani dengan cara pembagian ternak sapi.

Hal ini dilakukan guna meningkatkan populasi ternak dan ekonomi masyarakat, demikian disampaikan kepala Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, Herman Haning, Kamis 25 agustus 2022.

“Bantuan ternak tersebut, terdiri dari ternak besar dan ternak kecil ada bantuan keuangan yang anggarannya itu ada di badan keuangan. Untuk kelompok ternak sapi kepada 30 kelompok yang tersebar di 30 desa setiap kelompok itu menerima Rp 25 juta dengan demikian maka perorangnya Rp 5 juta satuannya,” jelas Herman.

Herman juga katakan dari dana RP. 25 juta itu mereka membelanjakan 5 ekor sapi untuk di ternak oleh 5 orang pada 1 kelompok pada 1 desa.

“Anggarannya itu ada di badan keuangan di transfer langsung ke kas desa, lalu di cairkan oleh desa, dan diserahkan ke kelompok lalu kelompok belanja ternak sapinya, “ imbuhnya.

Kelompok tani itu sebelumnya mengajukan proposal, kemudian secara teknis diverifikasi. Untuk ternak babi 2 tahun berturut-turut Dinas Peternakan memberikan bantuan bibit ternak babi. Pada tahun 2021 sejumlah 50 ekor, tahun 2022 juga 50 ekor.

“Jadi di berikan kepada pemohon baik lewat proposal maupun perorangan khusus untuk ternak babi, Khusus ternak babi di berikan berupa bibit babi betina kepada 50 orang untuk dipelihara dan di kembangbiakkan,” ungkapnya.

Sedangkan kata Herman, ternak ayam itu diberikan ayam petelur pada tahun 2021 itu ada 2 kelompok yang ada di sangoen dan sekarang sudah produksi.

Kemudian tahun 2022 di rencanakan 1.000 ekor tapi ayam KUB ayam kampung unggul yang biasa disebut ayam KUB.

“Jadi di samping bisa sebagai pedagang bisa sebagai petelur dan untuk ayam sekarang itu tahap verifikasi lapangan kelompok pemohon karena tentunya dibutuhkan juga kesiapan kelompok berupa penyediaan kandang,” ucap Herman.

Lanjutnya, karena keterbatasan anggaran jadi biaya yang ada di kita hanya biaya bibit dan biaya pengobatan pakan secukupnya, itu yang di berikan.

Herman mengharapkan petani peternakan bisa memberikan swadaya dengan mempersiapkan kandang, baru usul ke dinas peternakan.

“Bantuan di dinas peternakan untuk ternak hanya ada kambing, babi, dan sapi. Tapi sapi itu bantuan keuangan melalui badan keuangan tidak melalui dinas peternakan. Pihak dinas peternakan memproses administrasi,” jelasnya.

 

 

 

 

Editor : M Helmi

Reporter: Dance Henukh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Gakeslab Indonesia Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam Sumatera Dan Rehabilitasi RSUD Aceh Tamiang

10 Januari 2026 - 13:06 WIB

Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi

9 Januari 2026 - 22:52 WIB

Masyarakat Sipil Harus Dikuatkan

6 Januari 2026 - 11:10 WIB

Populer SOSIAL