Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

SOSDIKBUD

DPRD Kabupaten Rote Ndao Gelar RDP Soal Bantuan Korban Bencana Alam Seroja

badge-check


					DPRD Kabupaten Rote Ndao Gelar RDP Soal Bantuan Korban Bencana Alam Seroja Perbesar

INAnews.co.id, Rote Ndao – Dewan Perwakilan daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan warga Desa Kuli dan BNPB Kabupaten Rote Ndao.

RDP berlangsung diruang sidang Komisi A DPRD Rote Ndao membahas tentang Bantuan Korban Bencana Seroja di desa Kuli.

Dalam kesemapatan itu, Frans Messakh warga Desa Kuli yang terdampak seroja menjelaskan bahwa masalah Seroja waktu pendataan ada 233 nama, termasuk ada fasilitas Pemerintah didalamnya.

Namun sebagaian warga terdampak tidak terdata, buktinya ada NIK tapi dipakai nama orang lain, hal tersebut dalam lampiran SK Bupati Rote Ndao ternyata dari 233 terdampak, sedangkan 115 nama saja yang ada di SK Bupati.

Lalu kurang lebih ada 86 nama tak ada dalam SK Bupati, oleh karena itu warga merasa tidak puas.

“Saya sendiri sudah bertemu dengan Kepala BPBD dan kita sudah sharing banyak menyangkut dengan usulan kedua, tetapi saya berpikir bahwa ini bukan untuk saya sendiri, tetapi untuk 86 orang agar bisa mendengar penjelasan,” tegas Frans pada selasa 12 september2022.

Pihaknya bertanya ke Pemerintah Kabupaten agar nama warga yang dijamin oleh pemerintah agar bisa diakomodir atau tidaknya.

“Jika bisa masuk ke SK Bupati seperti yang lainnya, masyarakat jangan menunggu dalam ketidakpastian,” ucap Frans.

Dalam perjalanan sudah dicocokkan biodata dan ada 86 nama di lampiran SK Bupati dan ternyata ada kejanggalan. Waktu pencairan pihak bank, 86 nama ini tidak terdapat di SK, hanya tersebut NIK, sehingga bank tidak melakukan pencairan.

“Oleh karena itu, warga bertanya apakah SK Bupati bisa di rubah atau tidak, karena di SK Bupati ini ada nomor, nama, alamat rumah, KK, NIK, tingkat kerusakan dan nominal uang, dan lagi ada sebagian nama bisa dimasukan padahal mereka bukan korban seroja,” ucapnya.

Frans merincikan 6 orang yang NIK nya ada tapi namanya tidak ada dalam SK Bupati Rote Ndao yaitu ; Frans Mesakh, Martinus Adu, Yosias Nalle, Semuel Mbado, Bertolens Adu, Tobias Anabokai.

Sementara, namanya ada tapi pakai NIK orang lain yaitu ; Anton Dillak,Osias Thine,Gabriel A. Messakh,Stefanus Tambaru, Elianis Dillak, Juliana Loloin.

Feky Mikael Bulan Ketua Komisi A bersama Wakilnya Ardianus Pandi Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao mengatakan ini menjadi persoalan tentang nama yang terdata di SK Bupati.

” Baik itu terkait dengan NIK, nama yang belum terdaftar di SK Bupati, nanti tolong dijelaskan kepada kita karena fakta yang terjadi seperti itu bisa dijelaskan bagaimana hal ini bisa terjadi, kok bisa namanya orang lain dan NIK nya orang lain. Lalu kenapa tidak diurus,” ucap Feky Bulan.

Sementara itu Kepala Lapangan BPBD Rote Ndao, Diksel Haning mengakui adanya masalah ini pada saat verifikasi lapangan setelah musibah terjadi.

Diksel akui data diterima dari desa, tapi hasil verifikasi yang masuk sejumlah 116 orang.

Menurutnya, dari 116 nama itu ada satu nama atas nama Riven Manafe itu sudah mendapat rumah layak huni yang sumbernya dari desa. Sehingga dari nama-nama yang ada, belum terdata di masukan lagi dalam waktu 7 hari.

BPBD jelaskan kabupaten menerima hasil, kemudian juga uji publik, tapi ada data yang masuk terkait dengan data penyintas.

Dari awal bulan agustus sampai dengan minggu awal september pihaknya telah melakukan pendataan kembali.

“Waktu itu kami usul di bulan Juni pada akhir tanggal 31 Desember, bantuan itu datang, ada waktu yang cukup lama yang pemerintah pusat lakukan. Kita berharap dengan adanya data penyintas sekarang saat di tetapkan dengan SK bupati dan di review oleh BNPB kita berharap supaya dibantu karena ada ruang yang di siapkan,” tegasnya.

Data penyintas di Rote Ndao menurutnya hampir seribu lebih, karena didalam satu rumah, nama yang tinggal di rumah itu mereka usulkan semua.

” Terakhir itu seribu sembilan ratus lebih dan saat cek ke lapangan ternyata ada yang ganda, karena dalam satu rumah semua nama keluarga di usulkan,” ucapnya.

Targetnya kata Diksel sebelum akhir September data sudah dikirim dan masalah NIK akan diurus, karena kabupaten hanya menerima dari desa.

Untuk desa lain jika ada kesalahan langsung diperbaiki dan untuk desa Kuli, kesalahan ini timbul karena waktu itu pengambilan dari data Kartu Keluarga.

Kepala Desa Kuli, Junus O Dillak katakan pihak desa mengusulkan ada 233 nama yang terdampak Seroja itu dan termasuk fasilitas umum dan satu gereja.

 

 

 

 

Reporter : Dance Henukh

Editor : M Helmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi

9 Januari 2026 - 22:52 WIB

Masyarakat Sipil Harus Dikuatkan

6 Januari 2026 - 11:10 WIB

YLBHI Sebut Pemerintah Prabowo Inkompeten Tangani Bencana Sumatra

5 Januari 2026 - 17:21 WIB

Populer SOSIAL