INAnews.co.id , Srilanka – Polisi Sri Lanka berhasil ungkap identitas salah satu pelaku bom bunuh diri yang meledakkan diri di gereja dan hotel di Sri Lanka pada perayaan Minggu Paskah kemarin.
Seorang pelaku yang merupakan bomber pertama, berhasil diidentifikasi. Pria itu bernama Insan Setiawan, salah seorang warga lokal.
Identifikasi pertama muncul selama sidang di Kolombo pada hari Senin, sehari setelah serangan lewat polisi Wellampitaya yang memberikan bukti.
Menurut laporan News First, pembom itu bernama Insan Setiawan. Media Sri Lanka menamainya dalam sebuah artikel dengan nama Insan Seelawan.
Polisi menyatakan istri dan salah satu saudara lelaki dari Setiawan tewas dalam ledakan yang terjadi.
Istri Insan Setiawan, meledakkan bom ketika pasukan keamanan menyerbu rumahnya, dan pada saat itu ada kedua anaknya yang berada di rumah, dikabarkan selamat dari ledakan.
Tak hanya istri Insan , saudara lelaki Setiawan juga meledakkan bom ketika pasukan keamanan berusaha menangkapnya.
Dalam laporan News Firs , tiga petugas polisi tewas dalam ledakan bersama dengan saudara lelaki pria tersebut.
Polisi juga menangkap seseorang yang diyakini sebagai ayah Setiawan serta anak di bawah umur dan sejumlah perempuan.
Seorang tersangka yang memfilmkan penyelidikan polisi ke kediaman Setiawan juga ditangkap.
Secara keseluruhan, 24 orang telah ditangkap di seluruh negeri ketika jumlah korban tewas dalam serangkaian serangan bom mencapai 290 orang dan lebih dari 500 orang lainnya terluka.
Seperti diketahui, delapan bom meledak di tiga gereja, empat hotel dan sebuah rumah di Kolombo dan sekitarnya pada Minggu Paskah.
Pemerintah sebelumnya mengatakan tidak akan mengungkapkan identitas tersangka mana pun.
Menurut Telegraph, Setiawan adalah salah satu dari dua pembom yang memicu ledakan di hotel. Pasukan keamanan menggerebek sebuah pabrik tembaga yang dimilikinya dan menangkap sembilan tersangka di sana.
Pihak berwenang percaya kelompok National Thowheed Jamath (NTJ) atau Jamaah Tauhid Nasional berada di balik serangan itu.
Namun, juru bicara kabinet Sri Lanka, Rajitha Senaratne, mengatakan bahwa NTJ organisasi kecil yang tidak dapat melakukan serangan tanpa sokongan jaringan internasional.






