Menu

Mode Gelap
One House, One Qurban: Fiqih Patungan Satu Kambing untuk Sekeluarga Jumhur Hidayat Syukuri Persatuan Buruh di Bawah Prabowo Formula Keuangan Syariah: Mulai dari Nol Pun Bisa Vicky Prasetyo: Heritage Medical Bekasi Dibutuhkan Masyarakat Luas Didik Anak Soal Uang Sebelum Terlambat Zakat Bukan Hanya Ibadah, tapi Penyeimbang Ekonomi

OLAHRAGA

Berbagi Pengalaman dengan Atlet Pentathlon, Wamenpora: Kuncinya Percaya Diri

badge-check


					Foto: dok. Kemenpora Perbesar

Foto: dok. Kemenpora

INAnews.co.id, Yogyakarta– Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI) Taufik Hidayat berbagi pengalaman saat oa menjadi atlet bulu tangkis. Jatuh bangun sebagai atlet sempat dialami sebelum akhirnya merasakan manisnya meraih medali emas Olimpiade 2004 Athena.

“Jadi atlet itu kuncinya percaya diri, karena yang menentukan di lapangan itu ya kalian (atlet). Jangan takut apa pun, tapi merasa segan mungkin iya,” ujar Wamenpora Taufik, dikutip laman Kemenpora, Sabtu.

Taufik menyampaikan itu saat berdialog dengan atlet pelatnas pentathlon di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta.

Wamenpora Taufik Hidayat mengenang masa junior hingga awal kariernya di kelas elite dan mampu menjadi peringkat nomor satu dunia saat berusia 19 tahun. Sebagai tunggal putra Indonesia yang sangat menjanjikan, dia berhasil lolos ke Olimpiade 2000 Sydney.

Ini merupakan pengalaman pertamanya di ajang tersebut. Tapi sayang langkahnya terhenti di perempat final dari wakil China yaitu Ji Xinpeng. 

“Saat itu, masyarakat khususnya penggemar bulu tangkis sangat mengharapkan bisa pulang membawa medali, dan itu beban bagi saya. Orang tahunya rangking satu dunia pasti juara, apalagi bulu tangkis tradisi emas,” kata Wamenpora Taufik.

“Tapi hasilnya tidak maksimal saat itu. Apakah saya nangis? Tidak. Saya bertanya pada diri sendiri apakah saya-nya yang terlalu muda? Apakah saya yang kurang dalam latihan? Tapi saya harus bangkit. Sempat kecewa, tapi tidak berlarut,” tambahnya.

Peristiwa kala itu menjadi pembelajaran berharga bagi Wamenpora Taufik ketika menjadi atlet. Terlepas dengan lika-liku yang dihadapinya, dia tetap kerja keras dan disiplin dalam berlatih. Hingga akhirnya, medali emas Olimpiade 2024 Athena menjadi pembuktiannya. 

“Dalam periode itu, saya tetap optimis bahwa saya mampu (dapat emas). Tujuannya satu yaitu ingin membuktikan dengan prestasi dan juara. Selama kita yakin dan percaya diri, pasti bisa dapat,” jelas Wamenpora Taufik. 

Oleh karenanya, Wamenpora Taufik berpesan agar para atlet berusaha keras dan disiplin dalam berlatih. Dia mendoakan agar mereka bisa sukses mencapai prestasi.

“Pemerintah pasti mendukung penuh. Koordinasikan saja hal apa yang perlu, kita akan kolaborasi,” terang Wamenpora Taufik. 

Sementara itu, Ketua Umum Modern Pentathlon Indonesia (MPI), Marsekal Muda TNI Purwoko Aji Wibowo menyampaikan terima kasih atas motivasi yang diberikan Wamenpora Taufik Hidayat. 

“Semoga para atlet ini bisa makin termotivasi untuk mencapai prestasi. Kehadiran Wamenpora menjadi inspirasi bagi mereka untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di level internasional,” pungkasnya.

Pentathlon adalah cabang olahraga yang menggabungkan lima olahraga teerdiri dari menembak, olahraga anggar, berenang, menunggang kuda dan berlari.

Pentathlon berasal dari kata penta yang berarti lima dan athlon yang berarti lomba. Pentathlon modern diperkenalkan oleh Baron de Coubertin di Stockholm Games pada tahun 1912.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Membangun Ekosistem Olahraga Basket Yang Kompetitif Dan Berkelanjutan, Garuda West Gelar Turnamen Kelompok Umur

26 April 2026 - 21:15 WIB

Gelaran Zumba Party Di HARRIS Convention Hall Bekasi Berlangsung Meriah

21 April 2026 - 08:14 WIB

Product Experience SOLAR 2.0, Ortuseight Tegaskan Sebagai Brand Inovator Konsisten Dukung Atlet Dan Komunitas Lari

3 April 2026 - 11:39 WIB

Populer GAYA HIDUP