INAnews.co.id, Jakarta– Menteri Maruarar Sirait membela target ambisius pemerintah membangun 3 juta rumah per tahun dengan menekankan bahwa angka tersebut mencakup pembangunan dan renovasi. Program ini melibatkan pemerintah pusat, daerah, pengembang, masyarakat, dan CSR.
“Tahun ini 350.000 – terbesar sepanjang sejarah Indonesia,” klaim Maruarar, merujuk pada pencapaian rumah subsidi yang biasanya hanya 20.000-30.000 per tahun kepada Akbar Faizal, Selasa.
Ketika dipertanyakan soal kemampuan keuangan negara, Maruarar menegaskan bahwa ini adalah amanat presiden. “Saya diberikan amanat dan diberikan target oleh presiden. Saya enggak dalam posisi nego atau tawar-menawar.”
Dukungan datang melalui kebijakan Bank Indonesia yang menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) dari 5% menjadi 4% dan program KUR Perumahan senilai Rp 130 triliun yang akan dimulai Agustus 2025.






