INAnews.co.id, Jakarta– Menteri PKP Maruarar Sirait secara terbuka meminta maaf dan membatalkan rencana desain rumah subsidi seluas 18 meter persegi setelah mendapat kritik keras dari berbagai pihak terkait aspek sosial dan kesehatan.
“Baru-baru ini saya minta maaf karena saya punya niat baik bikin desain rumah subsidi di kota. Karena tanah di kota itu harganya mahal, jadi kita pikirkan untuk diperkecil. Tapi banyak yang mengkritik dari sisi sosial kesehatan. Ya, saya minta maaf dan saya batalkan,” ungkap Maruarar kepada Akbar Faizal, Selasa.
Dia menegaskan bahwa rencana tersebut masih berupa draft, bukan keputusan final. “Draft, baru draft ya, bukan keputusan saya. Baru draft karena saya mau mendengar test the water.”
Niat di balik rencana ini adalah membantu generasi milenial memiliki rumah di lokasi strategis perkotaan meski dengan luas terbatas.






