Menu

Mode Gelap
Genangan Air Pascabanjir terhadap Kesehatan Warga dan Tips Sehat Usai Banjir Tips Jaga Kesehatan di Musim Hujan di Kota Semarang Menjaga Kesehatan di Musim Hujan: Tips Sehat di Tengah Ancaman Banjir Oknum Anggota TNI AL Terlibat Perkelahian di Talaud, Lanal Minta Maaf, Proses Hukum Berlanjut Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

POLITIK

Runtuhnya Pengaruh Politik Jokowi Sudah Diramalkan

badge-check


					Presiden Jokowi Dodo Saat Tiba dan Menyapa Warga Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara Perbesar

Presiden Jokowi Dodo Saat Tiba dan Menyapa Warga Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara

INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Prof. Amien Rais memaparkan analisisnya mengenai runtuhnya pengaruh politik Joko Widodo pasca-lengser dari kursi kepresidenan. Amien menyampaikan bahwa kondisi ini telah diramalkan oleh ekonom Dr. Anthony Budiman, yang menilai bahwa Jokowi telah merusak demokrasi dengan mengkooptasi lembaga negara dan mendikte DPR.

Amien Rais menyoroti manuver politik Jokowi setelah tak lagi menjabat, termasuk rencana pendirian partai hingga bergabung dengan PSI. Menurut Amien, langkah-langkah ini menunjukkan serangkaian salah perhitungan dan tindakan sembrono. Demikian disampaikan Amien, kemarin, lewat akun YouTube-nya.

Ia juga menyinggung isu pencalonan Jokowi sebagai Sekretaris Jenderal PBB yang disebutnya sebagai “bahan tertawaan,” karena dinilai tidak memenuhi kualifikasi.

Amien juga mendukung usulan pemakzulan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden, yang diajukan oleh para purnawirawan TNI. Amien berharap pemakzulan ini dapat memutus mata rantai pengaruh politik keluarga Jokowi dan mengembalikan arah bangsa pada jalur yang benar.

Ia juga menduga ada praktik suap dalam meloloskan Gibran sebagai wakil presiden, meskipun tidak memiliki bukti konkret.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK