Menu

Mode Gelap
Genangan Air Pascabanjir terhadap Kesehatan Warga dan Tips Sehat Usai Banjir Tips Jaga Kesehatan di Musim Hujan di Kota Semarang Menjaga Kesehatan di Musim Hujan: Tips Sehat di Tengah Ancaman Banjir Oknum Anggota TNI AL Terlibat Perkelahian di Talaud, Lanal Minta Maaf, Proses Hukum Berlanjut Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

POLITIK

Amien Rais Desak MPR Proses Usul Pemakzulan Gibran, Alasannya Ini

badge-check


					Foto: Gibran sedang mengemas barang di meja kerjanya usai mengundurkan diri dari Walkot Solo, dok. Media Indonesia Perbesar

Foto: Gibran sedang mengemas barang di meja kerjanya usai mengundurkan diri dari Walkot Solo, dok. Media Indonesia

INAnews.co.id, Jakarta– Wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka semakin menguat, setelah mantan Ketua MPR Amien Rais secara terang-terangan mendukung usulan tersebut. Dalam sebuah kesempatan yang disampaikan lewat akun YouTube-nya, Selasa, Amien menyerukan agar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) segera memproses usulan pemakzulan yang diajukan oleh para purnawirawan TNI.

Amien menilai, tindakan Jokowi memanipulasi aturan konstitusi demi menjadikan Gibran sebagai wakil presiden adalah puncak dari praktik nepotisme yang merusak demokrasi. Amien menyebutnya sebagai runtuhnya prinsip amanah, di mana kekuasaan digunakan untuk memperluas pengaruh dinasti politik.

Menurutnya, pemakzulan Gibran penting agar Jokowi tidak lagi “memiliki mimpi yang aneh-aneh” dan benar-benar “hilang dari peta politik.”

Selain itu, Amien juga melontarkan tudingan bahwa Jokowi terindikasi memiliki kesetiaan ganda, terutama kepada negara asing. Ia berpesan agar ke depannya KPU lebih selektif dalam memilih calon pemimpin dan tidak mudah disuap.

Pernyataan Amien ini menambah panas dinamika politik, khususnya terkait isu pemakzulan Gibran dan sorotan terhadap warisan politik era Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK