INAnews.co.id, Jakarta– Politikus senior (Partai Gelora), Fahri Hamzah mengkritik sikap berlebihan masyarakat terhadap pemimpin dan menceritakan bagaimana Presiden Prabowo Subianto menolak tradisi feodal.
Fahri menceritakan pengalaman ketika Prabowo mempertanyakan tradisi berdiri saat pemimpin memasuki ruangan dalam suatu sarapan di Beijing.
“Prabowo bukanlah manusia feodal, dia tidak suka dihormati secara berlebihan. Dia ingin kita tetap memajukan akal sehat daripada sikap feodal yang tidak rasional,” tulis Fahri dalam refleksinya yang dituangkan di akun X-nya, Jumat (8/8/2025).
Fahri mengingatkan agar masyarakat tidak mengulangi kesalahan masa lalu yang terlalu memuja pemimpin saat berkuasa, namun kemudian bersikap kejam setelah pemimpin tersebut berhenti menjabat.






