INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyerukan kepada seluruh buruh Indonesia untuk melaksanakan aksi demonstrasi secara damai dan tertib pada 28 Agustus 2025.
Dalam seruannya, Said Iqbal menegaskan bahwa aksi yang akan berlangsung di 38 provinsi seluruh Indonesia harus bebas dari kericuhan dan kekerasan. “Kita ingin berjuang secara suci, anti kekerasan dan anti membully orang,” tegas Said Iqbal lewat channel YouTube Pijar Partai Buruh yang diunggah kemarin.
Aksi buruh nasional ini akan membawa enam tuntutan utama yang akan disampaikan di depan gedung DPR. Pertama, kenaikan upah minimum 2026 sebesar 8,5% hingga 10,5%. Kedua, penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penghapusan sistem outsourcing.
Tuntutan ketiga berupa reformasi pajak yang dinilai memberatkan buruh dan rakyat. Keempat, pengesahan rancangan undang-undang ketenagakerjaan baru yang telah disahkan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 168/2024 yang dimenangkan Partai Buruh. Kelima, pengesahan RUU Perampasan Aset, dan keenam adalah revisi Undang-Undang Pemilu.
Said Iqbal secara tegas memperingatkan kelompok lain yang berpotensi mengganggu aksi buruh untuk tidak bergabung. “Ini murni isu buruh, ini murni gerakan buruh,” tegasnya.
Peringatan khusus ditujukan kepada kelompok anarko. “Kawan-kawan anarko, jangan coba-coba untuk mengganggu aksi buruh pada tanggal 28 Agustus 2025 di seluruh Indonesia. Kami akan melawan kekerasan yang Anda lakukan,” ancam Said Iqbal.
Aksi buruh nasional ini melibatkan seluruh anggota KSPI, koalisi serikat pekerja, dan anggota Partai Buruh di 38 provinsi Indonesia, menjadikannya sebagai salah satu demonstrasi buruh terbesar tahun ini.






