Menu

Mode Gelap
Genangan Air Pascabanjir terhadap Kesehatan Warga dan Tips Sehat Usai Banjir Tips Jaga Kesehatan di Musim Hujan di Kota Semarang Menjaga Kesehatan di Musim Hujan: Tips Sehat di Tengah Ancaman Banjir Oknum Anggota TNI AL Terlibat Perkelahian di Talaud, Lanal Minta Maaf, Proses Hukum Berlanjut Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

NASIONAL

Prabowo Minta DPR Tarik Kebijakan Kontroversial, Beri Peringatan Keras ke Pendemo

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara terkait gelombang demonstrasi yang terjadi di Jakarta dan sejumlah kota lainnya. Dalam pidato resminya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah menghormati kebebasan berpendapat, namun akan menindak tegas segala tindakan anarkis yang mengancam stabilitas negara. Pernyataan ini disampaikan setelah Presiden melakukan pertemuan dengan para pemimpin partai politik di Istana Kepresidenan.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan kabar mengejutkan terkait langkah-langkah yang diambil oleh pimpinan partai politik dan DPR. Sebagai respons terhadap aspirasi masyarakat, para pimpinan DPR akan segera mencabut beberapa kebijakan yang selama ini menjadi sorotan publik.

“Para pimpinan DPR menyampaikan akan dilakukan pencabutan beberapa kebijakan DPR RI, termasuk besaran tunjangan anggota DPR dan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri,” tegas Prabowo, Ahad (31/8/2025).

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa pimpinan partai politik telah mengambil langkah pencabutan keanggotaan bagi anggota DPR yang dinilai telah menyampaikan pernyataan yang keliru. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.

Meski menghormati hak untuk berpendapat, Presiden Prabowo memberikan peringatan keras terhadap oknum-oknum yang memanfaatkan situasi untuk melakukan tindakan di luar hukum. Ia menyoroti kegiatan-kegiatan yang mengarah pada pengerusakan fasilitas umum, penjarahan, dan makar.

“Jika dalam pelaksanaannya terdapat kegiatan-kegiatan yang bersifat anarkis, destabilisasi negara, merusak, bahkan sampai adanya korban jiwa, itu merupakan pelanggaran hukum,” ujar Prabowo.

Presiden telah memerintahkan aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk bertindak setegas-tegasnya dalam menjaga fasilitas publik dan menegakkan hukum. Hal ini dilakukan demi melindungi seluruh rakyat Indonesia.

Di sisi lain, Presiden Prabowo mengajak seluruh masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Ia berjanji bahwa pemerintah akan mendengarkan dan menindaklanjuti setiap kritik dan masukan.

“Saya juga akan meminta pimpinan DPR untuk langsung mengundang tokoh-tokoh masyarakat, mahasiswa, dan kelompok yang ingin menyampaikan aspirasinya,” kata Prabowo.

Selain itu, ia juga memerintahkan semua kementerian dan lembaga untuk membuka diri dan menerima utusan-utusan kelompok yang ingin menyampaikan koreksi terhadap jalannya pemerintahan. Prabowo menekankan pentingnya gotong royong dalam memperbaiki bangsa dan mewaspadai adanya campur tangan pihak-pihak yang ingin mengadu domba.

Prabowo mengakhiri pidatonya dengan seruan untuk menjaga persatuan nasional dan meminta seluruh warga untuk tetap tenang dan percaya kepada pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK