INAnews.co.id, Jakarta– Ketua YLBHI Muhammad Isnur mengkritik kebijakan pemblokiran fitur live streaming media sosial yang berdampak pada ekonomi UMKM. Kebijakan yang diambil dengan alasan keamanan ini justru merugikan masyarakat kecil saat aksi massa berlangsung.
“Di tengah situasi berat, banyak UMKM yang mengandalkan live sosial media – live IG, live TikTok, live Facebook – semuanya dimatikan. Saya punya beberapa dampingan komunitas UMKM. Mereka benar-benar merasa terbanting setelah dimatikan fitur live itu,” jelasnya, dalam wawancara dengan Abraham Samad di channel YouTube Abraham Samad Speak Up diunggah Jumat.
Isnur menilai seharusnya yang dibanned adalah akun-akun yang menyebarkan ujaran kebencian, bukan sistem secara keseluruhan.
”Kalau ada ujaran kebencian, kalau ada propaganda kejahatan, dalam hak asasi manusia wajib dilarang. Yang dibanned, yang diproses adalah akun-akun yang menyebarkan kebencian, bukan sistemnya yang dimatikan.”
Dampak pemblokiran ini dinilai semakin memperparah kondisi ekonomi masyarakat yang sudah sulit.






