INAnews.co.id, Jakarta– Said Didu berterima kasih kepada Prabowo karena disebut akan mereformasi kepolisian.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo yg sudah menjanjikan akan melakukan reformasi kepada lembaga kepolisian,” ujar Said Didu lewat akun X-nya, Jumat.
“Inti reformasi kepolisian adalah : mengembalikan institusi kepolisian sbg pelindung dan pengayom rakyat serta unsur penjagakan hukum dari (saat ini) sebagai pemeras dan penekan rakyat dan makelar penegakan hukum,” imbuh Didu.
Hal tersebut kata Didu, bisa terwujud jika pimpinan parpol sepakat dan memerintahkan kepada anggotanya di DPR untuk memutuskan arahan tersebut. “Jika tidak maka anggota DPR akan disogok lagi utk menggagalkan reformasi kepolisian,” katanya.
“Jika tidak dilakukan reformasi maka semakin banyak aturan yg dibuat, makin luas ruang permainan polisi utk memeras dan menekan rakyat serta ruang makelar hukum,” tambahnya.
Idealnya lembaga kepolisian, kata Didu, di bawah gubernur saja, atau di bawah Mendagri, atau dibuat Menteri Keamanan Nasional yang pimpinannya bukan polisi.
Namun demikian kata Didu, publik paham bahwa satu penyebab polisi sulit diperbaiki karena sesama polisi sudah saling sogok, mulai masuk pendidikan, naik pangkat, pindah posisi—semua harus menyogok atasannya. “Maka hentikan polisi saling menyogok !!!” tuding Didu.
“Dalam hal penegakan hukum, publik juga sudah paham bagaimana polisi menjadi alat para oligarki menggusur dan menekan rakyat,” ia menambahkan.
Atas dasar itu, Tim Reformasi Kepolisian sebaiknya kata mantan Sekretaris BUMN ini, dipimpin langsung oleh Presiden dan anggotanya adalah orang-orang yang idealis dan tidak takut teror.
Kabar mereformasi kepolisian disampaikan tokoh lintas agama usai bertemu Presiden Prabowo di Istana baru-baru ini.






