INAnews.co.id, Jakarta– Peneliti Senior BRIN Prof. Siti Zuhro mengkritik keras struktur kabinet Presiden Prabowo Subianto yang dinilai terlalu besar dengan 100 lebih menteri dan wakil menteri. Dalam wawancara dengan Abraham Samad, Ahad (14/9/2025), ia memperingatkan bahwa birokrasi gemuk justru akan menghambat akselerasi pembangunan yang dicanangkan Prabowo.
“Saya khawatir dengan kabinet yang besar saat ini. Ada satu kementerian sampai tiga wamen. Ini yang nanti akan justru membuat larinya Pak Prabowo dihambat oleh besarnya birokrasi seperti itu,” tegas Siti Zuhro di kanal YouTube “Abraham Samad Speak Up”.
Pakar politik ini membandingkan dengan Amerika Serikat yang hanya memiliki 18 menteri namun efektif menjalankan fungsinya. “Tidak ada teori yang mengatakan birokrasi yang kaya struktur juga kaya fungsi. Kalau kaya fungsi pastilah miskin struktur, ramping dia,” jelasnya.
Kritik semakin tajam ketika menyoroti adanya wakil menteri yang merangkap jabatan sebagai komisaris. Kondisi ini dinilai berpotensi menciptakan konflik kepentingan dan mengurangi efektivitas kinerja pemerintahan.






