INAnews.co.id, Jakarta– Pakar politik Prof. Siti Zuhro memperingatkan potensi terjadinya “skenario Nepal” di Indonesia jika reformasi fundamental tidak segera dilakukan. Akumulasi masalah ketimpangan sosial, korupsi, dan disfungsi kelembagaan dinilai telah mencapai titik kritis.
“Kalau 20 tahun lagi kita tidak mulai membuat prakondisi perubahan fundamental, tambal sulam terus, maka kita akan menjadi negara yang stagnan. Kita tidak mau menjadi negara lemah karena disfungsi kelembagaan,” tegas peneliti BRIN tersebut di “Abraham Samad Speak Up”, Ahad (14/9/3025).
Tiga hal krusial yang harus segera ditangani adalah: pertama, mengatasi kesenjangan sosial ekonomi melalui pembangunan dari desa; kedua, reformasi kelembagaan secara konsisten; dan ketiga, penegakan hukum tanpa pandang bulu.
“Memberantas korupsi tidak ada istilah tebang pilih. Siapapun yang sudah kelihatan dan masyarakat bawa data tentang tokoh-tokoh tertentu yang tidak pada tempatnya—Pak Prabowo mau gak mau harus mengakomodasi. Harus dicopot,” tegasnya.
Siti Zuhro memperingatkan bahwa tahun pertama menuju tahun kedua menjadi periode krusial bagi legitimasi Prabowo. “Kalau enggak dipercaya, Pak Prabowo akan sendirian nanti,” pungkasnya.






