Menu

Mode Gelap
Genangan Air Pascabanjir terhadap Kesehatan Warga dan Tips Sehat Usai Banjir Tips Jaga Kesehatan di Musim Hujan di Kota Semarang Menjaga Kesehatan di Musim Hujan: Tips Sehat di Tengah Ancaman Banjir Oknum Anggota TNI AL Terlibat Perkelahian di Talaud, Lanal Minta Maaf, Proses Hukum Berlanjut Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

POLITIK

Pakar Ingatkan Prabowo: Ancaman Skenario Nepal Mengintai Indonesia

badge-check


					Pakar Ingatkan Prabowo: Ancaman Skenario Nepal Mengintai Indonesia Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Pakar politik Prof. Siti Zuhro memperingatkan potensi terjadinya “skenario Nepal” di Indonesia jika reformasi fundamental tidak segera dilakukan. Akumulasi masalah ketimpangan sosial, korupsi, dan disfungsi kelembagaan dinilai telah mencapai titik kritis.

“Kalau 20 tahun lagi kita tidak mulai membuat prakondisi perubahan fundamental, tambal sulam terus, maka kita akan menjadi negara yang stagnan. Kita tidak mau menjadi negara lemah karena disfungsi kelembagaan,” tegas peneliti BRIN tersebut di “Abraham Samad Speak Up”, Ahad (14/9/3025).

Tiga hal krusial yang harus segera ditangani adalah: pertama, mengatasi kesenjangan sosial ekonomi melalui pembangunan dari desa; kedua, reformasi kelembagaan secara konsisten; dan ketiga, penegakan hukum tanpa pandang bulu.

“Memberantas korupsi tidak ada istilah tebang pilih. Siapapun yang sudah kelihatan dan masyarakat bawa data tentang tokoh-tokoh tertentu yang tidak pada tempatnya—Pak Prabowo mau gak mau harus mengakomodasi. Harus dicopot,” tegasnya.

Siti Zuhro memperingatkan bahwa tahun pertama menuju tahun kedua menjadi periode krusial bagi legitimasi Prabowo. “Kalau enggak dipercaya, Pak Prabowo akan sendirian nanti,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK