Menu

Mode Gelap
Genangan Air Pascabanjir terhadap Kesehatan Warga dan Tips Sehat Usai Banjir Tips Jaga Kesehatan di Musim Hujan di Kota Semarang Menjaga Kesehatan di Musim Hujan: Tips Sehat di Tengah Ancaman Banjir Oknum Anggota TNI AL Terlibat Perkelahian di Talaud, Lanal Minta Maaf, Proses Hukum Berlanjut Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

NASIONAL

KSP Baru Perluas Peran Komunikasi

badge-check


					Foto: M Qodari/tangkapan layar Perbesar

Foto: M Qodari/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) M Qodari mengumumkan perluasan peran komunikasi lembaganya untuk mendukung sosialisasi program-program pemerintah. Selain fungsi utama monitoring dan evaluasi, KSP akan lebih aktif memberikan informasi kepada publik.

“Ke depan insyaallah KSP bukan hanya orientasi ke dalam tapi juga ke luar. Teman-teman media akan lebih banyak mendapat narasumber dan informasi, tidak semuanya terpusat di PCO,” jelas Kepala KSP Qodari, Rabu (17/9/2025).

Keunggulan KSP sebagai narasumber terletak pada pengetahuan mendalam tentang seluruh program prioritas pemerintahan. “KSP monitoring evaluasi semua program pemerintahan prioritas, jadi tahu hampir semua yang dikerjakan, progresnya, kelebihannya,” tambahnya.

Sebagai contoh, KSP menjelaskan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai solusi mengatasi kesenjangan gizi. “20 persen anak kita stunting karena kurang gizi. Yang gizinya cukup pun IQ-nya harus ditingkatkan karena masih senjang dibandingkan negara tetangga,” papar Kepala KSP.

Program MBG ditargetkan dapat meningkatkan kualitas SDM Indonesia agar mampu bersaing dengan negara mana pun, termasuk Singapura, China, dan Amerika Serikat.

KSP akan berkoordinasi dengan Badan Komunikasi Pemerintah yang baru dibentuk, namun tetap memiliki peran komunikasi tersendiri sesuai Perpres yang mengaturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

23 Januari 2026 - 22:25 WIB

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Populer POLITIK