Menu

Mode Gelap
Parpol di Indonesia Dinilai Bukan Partai Sejati, Melainkan “Perusahaan Keluarga” Mengapa Kasus Pidana Pemilu Jarang Diproses? Ahli Ungkap Sistem “Berputar-putar” Ketujuh Komisioner KPU Pernah Dihukum karena Pelanggaran Etika Ahli: Sistem Pilkada Lewat DPRD Justru Picu Transaksi Politik Lebih Parah Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada BAT Bank Akui Dana USD 1 Juta Dikuasai, CWIG Ultimatum Pengembalian Secepatnya

POLITIK

Amien Rais Kritik Keras Luhut Binsar Pandjaitan soal Pergantian Kapolri

badge-check


					Foto: dok. Poskota Perbesar

Foto: dok. Poskota

INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Ketua MPR Amien Rais mengkritik keras Luhut Binsar Pandjaitan yang menyarankan Presiden Prabowo tidak mengganti Kapolri. Kritik tajam ini disampaikan dalam podcast Sentana, Kamis (30/10/2025).

“Si Luhut bilang jangan diganti Kapolri. Wah, Indonesia memang negara neneknya dia,” ujar Amien Rais dengan nada kesal.

Amien mempertanyakan etnis Luhut yang mengaku Batak. “Padahal dia orang… namanya doang Batak. Dia Batak kalau di orang Pekanbaru, itu orang Riau. Kalau sifat orang Batak bukan seperti itu. Jadi cuma nitip-nitip marga doang,” sindir Amien.

Ia menegaskan Luhut tidak berhak lagi mengatur kebijakan pemerintah. “Sok ngatur-ngatur. Mengganggu sih saya, dia akan tamat. Luh, bukan apa… mentang-mentang tentara – bukan tentara kau, pensiunan tentara. Sudah pensiun masih merasa tentara,” tegasnya.

Amien juga menyindir pernyataan Luhut tentang Kapolri terbaik. “Jangan-jangan Pak Luhut juga menganggap ini Kapolri terbaik sepanjang masa? Memang lebih hebat dari Pak Hugeng? Wah, itu saya tidak terima. Lebih hebat Pak Hugeng – tidak punya duit. Kapolri ini banyak duit juga. Hebatnya begitu: hebatnya hebat ngumpulin duit gitu ya,” katanya.

Kritik Amien Rais ini muncul di tengah spekulasi pergantian pejabat strategis di pemerintahan Prabowo. Ia menilai Luhut yang sudah pensiun tidak seharusnya lagi campur tangan dalam urusan pemerintahan.

Sebelumnya, Amien juga mengungkapkan pengalamannya berurusan dengan Luhut saat mengatur pertemuan dengan Jokowi yang berkali-kali batal dan pindah lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Parpol di Indonesia Dinilai Bukan Partai Sejati, Melainkan “Perusahaan Keluarga”

14 Januari 2026 - 12:20 WIB

Mengapa Kasus Pidana Pemilu Jarang Diproses? Ahli Ungkap Sistem “Berputar-putar”

14 Januari 2026 - 10:15 WIB

Ketujuh Komisioner KPU Pernah Dihukum karena Pelanggaran Etika

14 Januari 2026 - 08:10 WIB

Populer NASIONAL