INAnews.co.id, Jakarta– Serangan telak dilayangkan Ketua Majelis Syura Partai Ummat Prof. Amien Rais terhadap proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam unggahan YouTube Sabtu (8/11/2025), politikus senior itu terang-terangan menyebut IKN sebagai proyek gagal hasil lamunan dan ambisi irasional mantan Presiden Joko Widodo yang disebutnya sebagai “manusia klenik.”
“Manusia Klenik Jadi Presiden 10 Tahun”
Dengan nada keras, Amien tidak segan menyebut Jokowi sebagai sosok klenik yang berhasil menjadi presiden selama satu dekade. Kritik pedas itu merujuk pada ritual peresmian pembangunan IKN pada 14 Maret 2022, di mana seluruh gubernur diminta membawa air dan tanah untuk dimasukkan ke kendi Nusantara.
“Mungkin kita merasa malu sekarang punya sosok manusia klenik berhasil jadi presiden selama 10 tahun,” tegas Amien tanpa tedeng aling-aling.
“Isi kendi itu disuntik ke tanah IKN supaya solidaritas antar tanah dan air akan membantu kelancaran pembangunan. Ini lelucon politik,” sambungnya dengan sarkastis.
Tanpa Studi Akademik, Hanya Pikiran “Simpang Siur”
Amien menegaskan bahwa keputusan memindahkan ibu kota tidak didasarkan pada kajian ilmiah yang memadai. Menurutnya, ini murni hasil pemikiran yang tidak matang.
“Kemauan Jokowi memindahkan ibu kota tidak didasarkan studi akademik yang mendalam, tetapi berdasarkan lamunan dan ambisi Jokowi yang geladrah, yang pikirannya simpang siur tidak karuan,” ujar Amien.
Lebih jauh, ia menyebut pikiran Jokowi “sesak dipenuhi dengan pikiran klenik yang sepenuhnya irasional.”
Bukti Mata Kepala Sendiri: IKN Sudah Jadi Kota Hantu
Amien mengklaim telah melihat langsung kondisi IKN setahun lalu. Ia dan rombongan kecil Partai Ummat menyusuri lokasi dari pagi hingga sore, bahkan sampai ke depan gedung rencana kantor presiden.
“Saya sekarang sudah ilmul yakin dan ainul yakin. Sudah secara ilmu yakin, mata juga sudah teryakinkan bahwa memang proyek IKN itu proyek yang gagal,” katanya tegas.
“IKN sekarang sudah jadi kota hantu. Sudah jadi kota hantu,” ulang Amien menekankan poin kritisnya.
Media Asing Bicara, Baru Heboh—Sindir Mentalitas Inlander
Dengan tajam, Amien menyindir mentalitas sebagian bangsa Indonesia yang disebutnya masih “mentalitas inlander” meski sudah merdeka 80 tahun lebih. Ia menyoroti fenomena di mana peringatan dari anak bangsa sendiri diabaikan, namun begitu media asing—dalam hal ini The Guardian dari Inggris—menulis “Indonesia’s New Capital Nusantara in Danger of Becoming a Ghost City,” baru banyak yang bereaksi keras.
“Bangsa sendiri masih terbelakang, kurang cerdas, kurang percaya diri. Sementara orang asing si kulit putih dan mungkin juga si kulit kuning lebih pandai dan piawai dari bangsa sendiri,” sindir Amien.
Target 2028: “Bahkan Bandung Bondowoso Tak Sanggup”
Amien juga mempertanyakan realisme Perpres Nomor 79 Tahun 2025 yang menetapkan fasilitas tiga lembaga negara harus siap pada 2028. Artinya, Basuki Hadi Mulyono hanya punya waktu dua tahun untuk membangun puluhan gedung kementerian, lembaga legislatif, yudikatif, hingga Mabes TNI dan Polri.
“Schedule ini terlalu berat buat Pak Basugi Hadi Mulyono. Bahkan kira-kira Bandung Bondowoso pun tidak sanggup mewujudkan gedung-gedung eksekutif, legislatif, yudikatif seperti yang diinginkan Pak Prabowo dalam tempo 2 tahun,” ujarnya dengan nada mengejek.
Tolak Solusi “Republik Online Indonesia”
Menanggapi saran bahwa rapat-rapat pemerintahan bisa dilakukan secara daring, Amien menolak mentah-mentah. “Memang bisa, tetapi nanti republik kita jadi republik online Indonesia. Ini masukan saya enteng-entengan,” katanya.
Politikus 80 tahun itu menutup dengan pesan keras: “Jangan mematok sesuatu yang tak mungkin terlaksana. Jangan sembarangan melakukan hal-hal secara tidak plan matik, tidak dihitung lebih dahulu risikonya.”
Pernyataan kontroversial Amien Rais ini dipastikan akan menuai pro dan kontra, terutama dari kubu pendukung Jokowi dan pemerintahan saat ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Istana maupun Otorita IKN.






