Menu

Mode Gelap
Sebanyak 350 Warga Cempaka Putih Barat Meriahkan HUT RI ke 81 Lewat Jalan Sehat Nisero Production Berikan Edukasi Dunia Karier Entertainment Kepada Siswa SMPN 31 Depok Gelaran Lomba Lari Marathon Bertajuk Indonesia Ultra 24 Jam Sukses Digelar Di Stadion Indomilk Sport Center Tangerang Gelaran BMC CUP Resmi Dibuka, Event Yang Menyatukan Para Pecinta Motorsport BMW ” Race – Passion – Brotherhood” ITCR Mandalika Festival Of Speed, SAV Motor Sport Tampil Mengesankan “Borong Podium” 72 Paskibraka Buton Selatan Resmi Dikukuhkan untuk Bertugas pada Upacara HUT ke-81 RI

POLITIK

DPR Dorong Sinergi Cegah PHK Massal di Industri Tekstil

badge-check


					Foto: Netty Prasetiyani Aher, dok. istimewa Perbesar

Foto: Netty Prasetiyani Aher, dok. istimewa

INAnews.co.id, Jakarta– Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menilai langkah Kementerian Ketenagakerjaan yang berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk mencegah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di industri tekstil sebagai upaya penting dalam menjaga perlindungan tenaga kerja.

Menurut Netty, industri tekstil masih menjadi salah satu sektor strategis dalam penyerapan tenaga kerja nasional. Namun, fakta bahwa puluhan ribu pekerja terdampak PHK menunjukkan perlunya respons kebijakan yang terintegrasi dan tepat sasaran.

“Industri tekstil memiliki peran besar dalam menyerap tenaga kerja. Karena itu, upaya pencegahan PHK perlu menjadi prioritas bersama agar perlindungan pekerja tetap optimal,” ujar Netty, Rabu (24/12/2025).

Netty menyampaikan bahwa berbagai insentif yang telah disiapkan pemerintah, termasuk keringanan iuran jaminan sosial ketenagakerjaan dan kebijakan pengupahan, perlu diikuti dengan penguatan pengawasan serta dukungan nyata bagi keberlangsungan industri.

Ia menilai, pencegahan PHK jauh lebih baik dibandingkan penanganan pasca-PHK, karena pekerja yang kehilangan pekerjaan berpotensi tidak lagi mendapatkan perlindungan secara maksimal, termasuk dalam skema Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

“Skema perlindungan seperti JKP pada dasarnya sudah disiapkan negara. Namun, skema tersebut akan kurang efektif jika PHK terjadi secara masif. Karena itu, kebijakan pencegahan menjadi sangat penting,” katanya.

Netty juga mendorong sinergi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kemenaker, Kemenkeu, dan kementerian teknis lainnya, untuk mencari solusi jangka pendek dan jangka menengah yang dapat membantu industri tetap bertahan sekaligus melindungi pekerja.

“Perlindungan tenaga kerja dan keberlangsungan industri harus berjalan beriringan. Dengan kolaborasi yang kuat, kita berharap gelombang PHK dapat ditekan dan hak-hak pekerja tetap terjaga,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Mendikdasmen: Demokrasi Bukan Sekadar Pemilu Semata

12 Agustus 2026 - 17:28 WIB

Perludem Luncurkan Akademi Demokrasi untuk Siswa dan Guru

12 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Ganti Menkeu

11 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Populer POLITIK