News Feed
light_mode
Trending Tags

Ganti Menkeu

  • account_circle Robi
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta– Ekonom Ferry Latuhihin mendesak Presiden mengganti Menteri Keuangan dengan sosok yang benar-benar memahami cara kerja perekonomian, di tengah sorotannya terhadap kualitas pertumbuhan ekonomi nasional yang menurutnya rendah. Pernyataan itu disampaikan Ferry melalui kanal YouTube pribadinya yang diunggah Senin (10/8/2026).

Ferry menilai persoalan ekonomi Indonesia saat ini bukan sekadar soal angka pertumbuhan, melainkan menyangkut apa yang ia sebut sebagai institutional problem, mulai dari birokrasi yang gemuk, regulasi yang kerap berubah, hingga kepastian hukum yang dipertanyakan investor asing.

“Kita menghadapi apa yang namanya institutional problem. Birokrasi yang sangat gendut, kita lihat bagaimana menteri dan wakil-wakilnya jumlahnya sampai 110 orang, tidak ada negara lain yang menyaingi kita. Regulasi yang berubah-ubah, lantas rule of law atau penegakan hukum yang dipertanyakan oleh semua negara untuk berinvestasi ke Indonesia,” ujar Ferry.

Ia mencontohkan keluhan Kamar Dagang Tiongkok yang menurutnya pernah disampaikan terkait investasi pabrik nikel di Sulawesi yang akhirnya ditutup dan modalnya ditarik kembali.

“Sangat kecewa sekali. Ini akibat institutional problem, ketidakpastian hukum, regulasi yang berubah-ubah. Itu semua sangat mengerikan untuk orang asing melakukan investasi di negara kita,” katanya.

Ferry membandingkan kondisi ini dengan India, yang menurutnya memiliki struktur demografi muda serupa Indonesia namun mampu tumbuh 7,5 persen, jauh di atas capaian Indonesia yang hanya sekitar 5 persen.

Kritik terhadap Elite Politik

Ferry berpendapat, pergeseran laju pertumbuhan ekonomi dari era Orde Baru yang mencapai 6,5 persen menjadi hanya berkisar 5 persen di era demokrasi saat ini tidak terlepas dari perubahan sistem politik.

“Demokrasi ini ternyata sangat mengganggu ekonomi kita. Kenapa? Karena demokrasi ini membuka pintu kepada orang-orang yang tidak benar menjadi elite-elite politik yang punya kepentingannya sendiri. Mereka yang berada sebagai pengambil keputusan, pembuat kebijakan ekonomi, menurut saya hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak lebih tidak kurang seperti di rezim kolonial,” ujarnya.

Soroti Program MBG dan Koperasi Merah Putih

Dalam kritiknya, Ferry juga menyinggung penggunaan penerimaan pajak untuk program-program yang ia nilai tidak efektif, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program koperasi desa/kelurahan.

“Pajak pun tidak ada gunanya kalau hasil pajak itu dipakai untuk program-program politik yang abal-abal seperti MBG, di mana setiap hari kita lihat berapa banyak anak sekolah yang keracunan,” katanya.

Ia turut mengutip pernyataan seorang anggota DPR mengenai rendahnya keuntungan koperasi meski telah menerima modal dalam jumlah besar.

“Kemarin ada satu anggota DPR yang mengatakan bagaimana dengan modal Rp3 miliar, kok koperasi hanya menghasilkan untung Rp78 ribu di semester pertama ini. Dan itu ada buktinya,” ujar Ferry.

Desak Reformasi Pajak dan Pergantian Menkeu

Ferry menegaskan, solusi atas persoalan ekonomi nasional bukan pada perburuan target penerimaan pajak, melainkan pada reformasi menyeluruh sistem perpajakan yang disesuaikan dengan daya beli masyarakat.

“Lebih baik turunkan pajak dan ganti pemimpinnya dengan orang yang paham bagaimana ekonomi bekerja. Bukan cuma orang yang paham memindahkan saldo dari BI ke Himbara, lalu dari Himbara ke BI lagi. Bukan orang yang paham mengejar-ngejar pajak,” katanya.

Ia menekankan pentingnya sosok Menteri Keuangan yang memahami tax reform sebagai instrumen untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan mengangkat kembali jumlah kelas menengah yang terus menyusut.

“Itu yang harus kita miliki, orang yang paham melakukan reformasi pajak untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi kita, untuk mengangkat orang-orang yang berada di bawah garis kemiskinan, untuk kembali mendongkrak jumlah kelas menengah kita. Instrumennya adalah pajak, tax reform kuncinya. Dan untuk itu, pilihlah orang yang pantas menjadi Menteri Keuangan,” tegasnya.

Independensi Bank Indonesia Jadi Kunci

Ferry turut merespons pertanyaan seorang wartawan mengenai sosok calon Gubernur Bank Indonesia yang baru. Menurutnya, siapa pun figurnya tidak akan cukup meyakinkan pasar apabila independensi kelembagaan BI tidak terjaga.

“Siapa pun yang menjadi Gubernur BI tidak akan dipercaya pasar selama institusinya itu tidak independen. Jadi yang paling penting untuk mengembalikan kepercayaan investor ke negeri ini adalah bahwa BI harus independen, itu yang paling primer,” ujarnya.

“Baru kalau memang institusinya independen, pertanyaannya siapa orang yang tepat menjadi Gubernur BI. Tapi kalau institusinya bukan independent central bank, siapa pun yang menjadi gubernurnya tidak akan berpengaruh sama sekali,” tambahnya.

Efisiensi Anggaran dan Peringatan Politik

Sebagai penutup, Ferry kembali menyerukan agar pemerintah menurunkan pajak sekaligus mengefisienkan anggaran negara, memberi ruang lebih luas bagi masyarakat untuk berinvestasi dan berkonsumsi.

“Turunkan pajak, efisienkan anggaran pemerintah, berikan ruang yang lebih luas kepada masyarakat untuk melakukan investasi dan konsumsi. Karena kita tahu hasil pajak ini dipakai untuk program-program yang tidak ada gunanya,” katanya.

Ferry menutup pernyataannya dengan peringatan bahwa tekanan pajak di tengah pelemahan daya beli masyarakat berpotensi menimbulkan risiko politik bagi pemerintah, dengan mengingatkan sejarah Revolusi Prancis sebagai contoh.

“Turunkan pajak, reformasikan pajak. Sistem perpajakan kita direformasikan, besarannya harus disesuaikan dengan daya beli atau kekuatan ekonomi kita. Itu seninya menjadi Menteri Keuangan, bukan mengejar-ngejar pajak. Oleh karena itu, gantilah Menteri Keuangan kita dengan orang yang tepat,” pungkas Ferry.

  • Penulis: Robi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • Memperingati Hari Pajak 2020, Mekari Dukung Digitalisasi Pelayanan Pajak di Indonesia

    Memperingati Hari Pajak 2020, Mekari Dukung Digitalisasi Pelayanan Pajak di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2020
    • account_circle Adin
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Melalui Klikpajak, Mekari Bantu Edukasi Kesadaran Pajak Perseorangan dan Bisnis sejak 2018. Penanganan wabah COVID-19 yang terjadi saat ini di Indonesia dan dampaknya bagi dunia usaha menjadi fokus utama Direktorat Jenderal Pajak Indonesia (DJP). Berbagai stimulus diberikan pemerintah termasuk beragam stimulus pajak mulai dari penurunan tarif PPh badan hingga relaksasi restitusi PPN. […]

  • 98 Siswa-Siswi SMKN 1 Tarano Ikuti Pembinaan Jasmani

    98 Siswa-Siswi SMKN 1 Tarano Ikuti Pembinaan Jasmani

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2020
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Sumbawa – Sebanyak 98 siswa-siswi SMKN 1 Tarano mengikuti pelatihan pembinaan jasmani yang diberikan Babinsa Banda Koramil 1607-02/Empang Sertu Maskur di lapangan SMKN 1 Tarano Kecamatan Tarano Sumbawa, Kamis 23 januari 2019.

  • OnePride MMA Fight Night 56 The Mega Fight Sambut Musim 2022 OnePride MMA Hadir Lebih Kekinian

    OnePride MMA Fight Night 56 The Mega Fight Sambut Musim 2022 OnePride MMA Hadir Lebih Kekinian

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – OnePride MMA akan hadir dengan wajah baru pada fight night pembuka musim tahun 2022. OnePride MMA fight night 56 yang bertajuk The Mega Fight akan digelar pada hari Sabtu, 12 Februari 2022 pukul 22.00 WIB, sekaligus menyambut HUT ke 14 tvOne, sebagai official broadcast partner. “Tahun ini OnePride MMA melakukan langkah strategis […]

  • Restorasi Mobil Legenda Peugeot 205 GTi

    Restorasi Mobil Legenda Peugeot 205 GTi

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta-Peugeot 205 salah satu mobil terbaik PSA. Peugeot 205 rilis tahun 1983 dan langsung mendapatkan respons positif dari publik. Mobil inipun langsung mendapatkan berbagai penghargaan.  Tidak tanggung-tanggung, Peugeot 205 dinobatkan sebagai Car of the Year 1983 dari “What Car? Media“ plus menjadi runner up “European Car of the Year“. Peugeot pun menyadari potensi dari […]

  • Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Program PKT Kementerian PUPR Hingga Kuartal II 2021 Sudah Serap 755.816 Tenaga Kerja

    Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Program PKT Kementerian PUPR Hingga Kuartal II 2021 Sudah Serap 755.816 Tenaga Kerja

    • calendar_month Kamis, 1 Jul 2021
    • account_circle Alan Mustajab
    • 0Komentar

        INAnews.co.id, Kendari – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melaksanakan program Padat Karya Tunai (PKT) yang bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran serta mempertahankan daya beli masyarakat sebagai bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat Pandemi COVID-19. Pada Tahun Anggaran (TA) 2021 Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp 23,24 triliun untuk PKT […]

  • Mahkamah Konstitusi Gelar Sesi Pendalaman Ahli dalam Perkara Peradilan Militer

    Mahkamah Konstitusi Gelar Sesi Pendalaman Ahli dalam Perkara Peradilan Militer

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang lanjutan perkara nomor 260/PUU-XXIII/2025 dengan agenda mendengarkan dan memperdalam keterangan dua ahli dari pihak pemohon, Selasa (14/4/2026). Sidang yang berlangsung di Ruang Sidang Pleno MK ini dipimpin oleh Wakil Ketua MK, Prof. Saldi Isra, bersama hakim konstitusi lainnya. Dalam sidang yang berlangsung sengit tersebut, para ahli yang dihadirkan […]

expand_less