Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Marzuki Darusman: Kita Tak Lagi Darurat, Kita Sudah Masuk Fase Malapetaka

badge-check


					Foto: Marzuki Darusman/tangkapan layar Perbesar

Foto: Marzuki Darusman/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Jaksa Agung dan tokoh HAM internasional Marzuki Darusman memberikan peringatan keras: Indonesia tidak sekadar dalam keadaan darurat, melainkan “memasuki fase malapetaka” dengan runtuhnya benteng hukum terakhir yang melindungi warga dari kesewenang-wenangan negara.

“Kalau dikatakan KUHAP ini hasil inkompetensi DPR dan pemerintah, itu malah menyelubungi fitrah otoriter dari pemerintah sekarang,” ujar Marzuki dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (1/1/2026). “KUHAP ini adalah produk kesewenang-wenangan pemerintah yang berbaju hukum.”

Marzuki, yang menyaksikan pengesahan KUHAP 1981 di era Orde Baru, menegaskan bahwa kemerosotan Indonesia menuju sistem otoriter—bukan lagi otoritarian—tidak bisa ditahan lagi. “Ratusan aktivis masih ditahan tanpa dasar hukum jelas sejak Agustus. Apakah dengan KUHAP baru mereka dibebaskan? Itu perdebatan, tapi yang pasti keleluasaan polisi mengkriminalisasi justru meningkat signifikan.”

Ia menyebut KUHAP baru berlawanan dengan UUD 1945 dan layak diajukan ke Mahkamah Konstitusi. Namun, ia pesimistis perbaikan melalui peraturan pelaksanaan bisa mengatasi masalah fundamental: “KUHAP ini tidak diasaskan pada prinsip keadilan, tapi prinsip ketertiban polisionil. Semangat hukumnya sudah salah dari awal.”

Marzuki mengajak gerakan sosial-politik untuk mendorong perubahan: “Tidak ada jalan lain kecuali masyarakat harus bersikap. Benteng terakhir sudah runtuh—kita harus bangkit atau tenggelam dalam otoritarianisme.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

AS Terapkan Imperialisme Baru dan Ancam Stabilitas Global Tangkap Maduro

9 Januari 2026 - 07:36 WIB

Populer POLITIK