INAnews.co.id, Jakarta– Dewan Pimpinan Pusat Front Persaudaraan Islam (DPP FPI) mengeluarkan pernyataan sikap yang menuduh komedian Pandji Pragiwaksono melakukan penistaan agama melalui materi stand up comedy berjudul “Mens Rea” yang tayang di Netflix. FPI menuntut Pandji bertobat dan meminta maaf kepada umat Islam, atau siap mengawal kasus hukum hingga penjara.
Ketua Umum FPI Habib Muhammad Al Attas dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (14/1/2026), menyatakan bahwa materi komedi Pandji terkait salat merupakan bentuk penghinaan terhadap syariat Islam. Pernyataan ini disampaikan melalui kanal YouTube Official Islamic Brotherhood TV.
“Pandji juga memperolok sunah Nabi Muhammad SAW tentang salat safar dan merapikan saf untuk salat berjamaah,” ujar Habib Muhammad di hadapan massa pendukung yang merespons dengan takbir.
Dalam pernyataan resmi tertanggal 24 Rajab 1447 H atau 12 Januari 2026, FPI mengutip materi komedi Pandji yang membahas kriteria memilih pemimpin berdasarkan ibadah salat. Panji dalam tayangan tersebut menyinggung pendapat orang yang memilih pemimpin berdasarkan salat yang tidak pernah bolong, serta membuat analogi tentang pilot yang meminta penumpang merapatkan saf untuk salat berjemaah saat pesawat mengalami turbulensi.
FPI menilai pernyataan Pandji melanggar syariat Islam karena menjadikan salat sebagai bahan lelucon. Organisasi itu mengutip Surah At-Taubah ayat 65-66 tentang kaum munafik yang memperolok-olok agama, serta hadis Sahih Muslim yang menjadikan salat sebagai standar minimal loyalitas rakyat kepada pemimpin.
“Oleh karena itu pernyataan Pandji tersebut adalah bentuk penistaan terhadap salat yang merupakan pondasi penting Islam,” tegasnya.
FPI mengajukan 15 poin tuntutan dalam pernyataan sikapnya. Selain meminta Pandji bertobat dan meminta maaf, organisasi tersebut juga menuntut pemerintah dan Netflix menghapus atau menyensor bagian yang dianggap menistakan agama.
“Kami akan mengawal serta mengawasi proses hukum terkait dengan penistaan agama sebagaimana disebut di atas agar terjadi penegakan hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Habib Muhammad.
FPI juga menyerukan kepada komedian dan pelawak lainnya agar tidak menjadikan simbol maupun ajaran agama sebagai bahan candaan. “Anda mau bercanda silakan. Itu hak Anda. Ada banyak bahan untuk bisa bersenda gurau. Tapi ada batasannya. Jangan menyentuh baidatuddin. Jangan menyentuh kehormatan agama,” tegasnya.
Di akhir pernyataan, Habib Muhammad memberikan ultimatum kepada Pandji. “Kalau Panji memohon maaf, bertobat kepada Allah, berazam tidak mengulangi, umat Islam terima. Tapi kalau Pandji tetap ngeyel, enggak mau minta maaf, enggak mau bertobat, umat Islam siap bersatu, siap lawan penista agama, siap kejar penista agama,” katanya disambut sorak massa.
Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh Ketua Umum Alfqihir Muhammad Al-Attas dan Sekretaris Umum Al Habib Ali bin Abu Bakar Al-Attas, SH.
Belum ada tanggapan resmi dari Pandji Pragiwaksono maupun Netflix terkait tuntutan FPI tersebut.






