INAnews.co.id, Jakarta- Persebaran investasi di Indonesia menunjukkan pemerataan dengan wilayah luar Jawa menyumbang 51,3 persen atau Rp991,2 triliun dari total realisasi investasi 2025. Sisanya 48,7 persen atau Rp940 triliun tersebar di Pulau Jawa.
Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani menyebut lima daerah penerima investasi terbesar adalah Jawa Barat (Rp278,7 triliun), DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Sulawesi Tengah. “Sulawesi Tengah konsisten masuk lima besar karena hilirisasi, terutama di Morowali dan Morowali Utara,” ujarnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Dampak investasi terhadap perekonomian daerah sangat nyata. Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah mencapai 8 persen, jauh di atas rata-rata nasional 5%. Maluku Utara bahkan tumbuh lebih dari 20 persen berkat investasi hilirisasi nikel.
Khusus triwulan IV-2025, perbandingan investasi luar Jawa dan Jawa hampir seimbang – luar Jawa Rp249,4 triliun (50,2%) dan Jawa Rp247,5 triliun (49,8%). Jawa Barat tetap memimpin dengan Rp78,7 triliun, didorong sektor manufaktur di kawasan Karawang, Bekasi, Subang, dan Purwakarta.
Untuk 2026, Rosan memproyeksikan Maluku Utara dan Kalimantan Barat akan mengalami peningkatan signifikan. “Kalimantan Barat akan meningkat karena bauksit. Tahun ini akan ada investasi cukup signifikan di sana,” jelasnya.
Pemerintah terus mendorong pemerataan investasi dengan memberikan insentif khusus bagi investor yang berinvestasi di luar Jawa dan menciptakan lapangan pekerjaan lebih besar.






