Menu

Mode Gelap
Indonesia Capai Swasembada Beras Pertama Kali dalam Bertahun-tahun Percaya dengan Niat Prabowo, Frustrasi dengan Caranya 70 Juta Warga Indonesia Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis Seumur Hidup Kerawanan Pangan Papua Tetap Tinggi, Kemiskinan Jadi Faktor Utama Reformasi Polri-Kejaksaan-KPK Rampung Maret 2026? Indonesia Tidak Pernah Gagal Bayar Utang

NASIONAL

Petani Sawit Sumbang Sepertiga Produksi tapi Nyaris tak Sejahtera

badge-check


					Petani Sawit Sumbang Sepertiga Produksi tapi Nyaris tak Sejahtera Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Ketidakadilan dalam industri kelapa sawit Indonesia terungkap melalui data yang dipaparkan Anies Baswedan. Petani kecil berkontribusi sepertiga dari total produksi sawit nasional, namun kesejahteraan mereka nyaris tidak meningkat.

“Petani kecil kebagian produksinya, tapi tidak kebagian kesejahteraannya,” ujar Anies dalam Rakernas I Gerakan Rakyat, Jumat (17/1/2026).

Dari nilai industri sawit global senilai 285 miliar dolar AS, dua pertiga dinikmati oleh perusahaan besar di hilir. Sementara petani di hulu yang bekerja keras justru tidak mendapat bagian proporsional dari keuntungan tersebut.

Yang lebih ironis, petani kecil dan rakyat di kawasan perkebunan justru harus menanggung konsekuensi ekologis ketika terjadi bencana. “Ketika banjir melanda, rumah yang hancur bukan rumah direksi perusahaan di hilir, tapi rumah rakyat dan petani,” tegas Anies.

Kondisi ini disebutnya sebagai ketidakadilan ekologis, di mana pihak yang merusak mendapat untung namun tidak menanggung beban kerusakan, sementara pihak yang tidak merusak justru harus menanggung konsekuensinya.

Anies menekankan perlunya reformasi sistem distribusi dalam industri sawit. “Petani harus dapat harga yang adil. Masyarakat adat harus diakui haknya. Dan rakyat kecil harus dilindungi, dikuatkan, dibesarkan,” tegasnya.

Ia juga membantah argumen bahwa kritik terhadap sawit berarti anti terhadap produk turunannya. “Sawit juga punya porsi dalam perekonomian kita dan kita membutuhkan, tetapi tempatnya bukan di atas puing-puing hutan primer yang dibabat habis,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Capai Swasembada Beras Pertama Kali dalam Bertahun-tahun

23 Januari 2026 - 19:50 WIB

70 Juta Warga Indonesia Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis Seumur Hidup

23 Januari 2026 - 18:49 WIB

Indonesia Tidak Pernah Gagal Bayar Utang

23 Januari 2026 - 17:45 WIB

Populer GLOBAL