INAnews.co.id, Jakarta- Menanggapi isu dinasti politik, Prof. Emil Salim memberikan perspektif mengejutkan: jangan salahkan pemimpin yang mendidik penggantinya, tapi salahkan masyarakat yang tidak aktif mencetak pemimpin.
“Jangan salahkan pemimpin. Kalau saudara menjadi pemimpin, saudara mendidik pengganti saudara, mendidik kader yang menggantikan cita-cita saudara. Bagi saya itu logis,” ujar Emil Salim kepada Akbar Faizal, Senin.
Ekonom berusia 96 tahun ini justru menyoroti peran masyarakat sipil yang kurang aktif. “Mendidik pemimpin bukan hak orang-orang tokoh pemerintah saja, juga kewajiban LSM, pengusaha, universitas. Jangan bergantung pada partai saja,” tegasnya.
Emil menceritakan pengalamannya sebagai Menteri Lingkungan Hidup tanpa Dirjen, tapi didukung penuh oleh LSM dan tokoh masyarakat seperti KH Mursyid dari Pondok Pesantren Guluk-guluk Madura dan Pak Bolen di Maumere.
“Yang terjadi hari ini tidak seperti itu karena kita tidak membuat apa-apa. Yang kita salahkan pemerintah. Di mana tanggung jawab masyarakat?” kritiknya.
Emil menutup dengan ajakan: “Do what you can do. Kemampuan ada pada otakmu, tanganmu, tenagamu, dan kemampuan mengajak sahabat-sahabatmu.”






