Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

POLITIK

Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan

badge-check


					Foto: dok. KPU Papua Pegunungan Perbesar

Foto: dok. KPU Papua Pegunungan

INAnews.co.id, Jakarta– Said Didu mengajak seluruh elemen bangsa, baik pemerintah maupun oposisi, untuk bersatu mengembalikan lima kedaulatan Indonesia kepada rakyat. Ia menilai ini satu-satunya agenda yang bisa disepakati semua pihak.

“Mulai forum ini saya berharap kita bersatu semua, lepaskan semua jaket kita, kita pakai jaket yang sama mengembalikan kedaulatan ke rakyat,” ujar Didu dalam wawancara di Forum Keadilan TV, Senin (19/1/2026).

Didu mengaku telah memutar ke berbagai tempat selama sebulan, termasuk ke berbagai negara, untuk menyatukan agenda penyelamatan Indonesia. Ia menyebutkan bertemu dengan berbagai pihak, termasuk di acara peringatan Malari bersama Hariman Siregar.

“Sebenarnya ada satu agenda yang kita bisa sepakati adalah merebut kembali kedaulatan rakyat. Itu agenda sepertinya diterima oleh semua pihak baik dalam pemerintahan maupun yang ini,” jelasnya.

Menurutnya, jika penguasaan oligarki dibiarkan berlanjut, negara ini akan bubar dan betul-betul dikuasai oligarki. Ia optimis jika membaca buku Prabowo “Paradoks Indonesia”, presiden pasti mendukung agenda ini karena sudah berjalan mengambil sumber daya alam, meskipun masih lambat.

Didu menegaskan ia dan kawan-kawan akan mendukung pemerintah dengan cara kritis. “Kita mendukung niatnya tapi caranya masih kita kritisi. Kita dukung mainstream niat baiknya, bukan niat jahatnya,” katanya.

Ia berharap dengan dukungan rakyat sipil, agenda pengembalian kedaulatan bisa berjalan lebih cepat dan Presiden Prabowo bisa menambah “garpu” atau tim intinya yang sekarang baru empat orang: Sjafrie Sjamsoeddin, Amran Sulaiman, Purbaya, dan Rosan Roeslani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat

23 Januari 2026 - 21:20 WIB

Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

23 Januari 2026 - 20:18 WIB

Percaya dengan Niat Prabowo, Frustrasi dengan Caranya

23 Januari 2026 - 19:15 WIB

Populer POLITIK