INAnews.co.id, Jakarta- Kepala Staf Presiden (KSP) M Qodari mengungkapkan ambisi besar Presiden Prabowo Subianto melalui program Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk memutus mata rantai kemiskinan. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 (20% terbawah).
“Bapak ibunya kalau sangat miskin tidak mampu memberikan makan bergizi, tidak mampu memberikan sekolah, sehingga putus sekolah. Nanti anak-anaknya itu akan mengulangi nasib orang tuanya,” ungkap Qodari dalam wawancara dengan Helmy Yahya, Jumat (23/1/2025).
Qodari menjelaskan ada dua jenis sekolah rakyat: transisi dan permanen. Saat ini sudah ada 166 sekolah transisi dengan sekitar 15.000 peserta. Target ke depan, akan ada 500 sekolah di seluruh Indonesia dengan kapasitas 1.000 siswa per sekolah, atau total 500.000 anak.
Sekolah rakyat permanen akan dibangun di lahan 6-8 hektar, dilengkapi gedung sekolah, asrama, dan fasilitas olahraga. “Ini sekolah Eton untuk anak Desil 1, Desil 2. Luar biasa cita-cita presiden,” kata Qodari.






