Menu

Mode Gelap
Pertumbuhan Pangan 10 Persen tak Turunkan Inflasi Angka Pertumbuhan 5,39 Persen Dinilai Anomali Sandri DukungĀ  Penghargaan Bintang Mahaputera Untuk Kapolri Pertumbuhan Ekonomi Gagal Capai Target, Transisi Pemerintahan Dinilai Kurang Optimal Kawasan Strategis Di Jadikan Tempat Bongkar Muat BBM Yang Diduga Ilegal, Klarifikasi Dir Polairud Dinilai Tutupi Fakta Pengusaha Keluhkan Impor yang Ganggu Industri Nasional

KORUPSI

Korupsi Bea Cukai Bukan Puncak Gunung Es

badge-check


					Foto: Novel Baswedan/tangkapan layar Perbesar

Foto: Novel Baswedan/tangkapan layar

INAnews.co,id, Jakarta– Kasus korupsi yang menjerat pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dinilai baru sebagian kecil dari praktik sistematis yang telah berlangsung lama.

Novel Baswedan dan Aulia Postiera sepakat bahwa masih ada kelompok-kelompok lain yang belum terungkap. “Saya khawatir bahwa yang bermain dengan pola ini tuh bukan satu, tapi yang ter-OTT baru satu,” ujar Novel di kanal YouTube-nya, Senin.

Aulia menambahkan, selama bekerja di KPK, ia menerima banyak pengaduan terkait praktik serupa di Bea Cukai, termasuk keterlibatan perusahaan importir besar PTBR yang baru terungkap sekarang.

“Ini praktik lama. Hanya puncak gunung es-nya saja. Kalau KPK menelusuri lebih jauh lagi kasus ini, akan ditemukan jauh lebih besar dari ini,” katanya.

Kedua tokoh antikorupsi ini mendesak KPK tidak hanya menindak kasus yang sudah terungkap, tetapi juga membuka kasus-kasus lama dan menelusuri jejaring korupsi hingga tuntas melalui penelusuran aliran uang dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Mahfud Soroti Kasus Nadiem dan Pertamina: Dakwaan Berubah, Minim Bukti

12 Februari 2026 - 10:13 WIB

OTT Dirjen Bea Cukai yang Disita KPK Lebih Rp40,5 Miliar?

10 Februari 2026 - 19:47 WIB

Muslim: KPK Harus Beri Kejelasan Hukum Direktur Finnet Indonesia Rakhmad Tunggal

10 Februari 2026 - 17:37 WIB

Populer HUKUM