INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan peringatan keras bahwa perang dunia ketiga sangat mungkin terjadi, khususnya di kawasan Asia Pasifik. Namun, ia menegaskan perang tersebut masih bisa dicegah dengan upaya bersama.
“Saya masih konsisten mengatakan bahwa sangat mungkin perang dunia ketiga terjadi. Sangat mungkin perang dunia ketiga di Mandala Asia Pasifik terjadi. Tetapi at the same time saya juga mengatakan masih bisa dicegah,” ujar SBY dalam wawancara dengan Gita Wirjawan di kanal YouTube @gwirjawan, Rabu (11/2/2026).
SBY menjelaskan bahwa situasi dunia saat ini mirip dengan kondisi sebelum Perang Dunia I dan II. Ia menyoroti rivalitas antara tiga kekuatan besar—Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia—yang berpotensi memicu konflik besar.
Mantan jenderal tersebut mengingatkan bahwa perang dunia sering dipicu oleh hal-hal sepele akibat miskalkulasi strategis. “Perang dunia satu karena Pangeran Ferdinand dibunuh di Sarajevo. Perang dunia kedua karena Pearl Harbor diserang Jepang. Itu bisa disebut strategic miscalculation,” jelasnya.
SBY mengkhawatirkan kondisi Laut Tiongkok Selatan yang menjadi titik panas dengan armada Amerika Serikat dan Tiongkok yang saling berhadapan. Jika perang nuklir terjadi, ia memperkirakan ratusan juta orang akan tewas dalam serangan pertama, dan tambahan 5 miliar orang dalam dua tahun berikutnya akibat perubahan iklim dan radiasi.






