INAnews.co.id, Jakarta – SBY mengungkapkan kisah diplomasi rahasia yang berhasil mendamaikan konflik Thailand-Kamboja pada 2011, yang bertahan hingga 14 tahun kemudian.
“Sejarah terjadi di Jakarta. Saya undang Hunsen dan Abisit. Akhirnya ada agreement dan itu bertahan selama 14 tahun,” kenang SBY dengan bangga.
Konflik antara Thailand di bawah PM Abisit Vejjajiva dan Kamboja yang dipimpin Hun Sen sempat memanas hingga hampir dibawa ke PBB. Namun SBY yang saat itu menjabat Ketua ASEAN berhasil mempertemukan kedua pemimpin di Jakarta.
“Saya katakan ini kita satu keluarga, kita punya community. PBB katanya sudah mulai melihat dan ada yang mau bawa ke PBB. Embarrassing, memalukan ASEAN kalau ini terjadi,” ujarnya.
Dalam pertemuan yang intens, kedua pemimpin awalnya saling menuding dengan keras. SBY kemudian menawarkan solusi “one basket” di mana semua tuntutan kedua pihak dilaksanakan bersamaan tanpa saling menunggu.
“Subhanallah ada agreement dan saya bilang tolong para menlu jangan pulang dulu. Mereka merembuk satu hari lagi. Jadilah agreement yang bertahan selama 14 tahun,” kenangnya.
SBY menyayangkan konflik yang muncul kembali tahun 2025 dengan Trump sebagai mediator. “Saya agak tersinggung dan tidak happy. Thailand dan Kamboja itu our own affairs. Makin embarrassing kalau tiba-tiba ada orang luar menjadi penengah,” tegasnya.






