INAnews.co.id, Baubau – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, resmi memulai babak baru kepengurusan periode 2025–2027 melalui prosesi pelantikan yang dirangkaikan dengan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) bertempat di Hotel Galaxy Inn Baubau, Kamis (12/2/2026).
Momentum tersebut tak sekadar menjadi agenda formal organisasi, tetapi juga penanda konsolidasi gerakan mahasiswa nasionalis di Kota Baubau. Sejumlah pejabat dan tokoh hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Sekretaris Daerah Kota Baubau, Bupati Buton, Wakil II DPRD Kota Baubau, Dandim 1413/Buton, Ketua Bawaslu, anggota KPU, Kesbangpol, Ketua KNPI Baubau, Persatuan Alumni GMNI, Cipayung Plus, hingga para ketua OSIS se-Kota Baubau.
Ketua DPC GMNI Kota Baubau, Dhira Adiyatma Jaya, menegaskan bahwa pelantikan merupakan titik awal untuk memperkuat arah perjuangan organisasi di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
“Ini bukan hanya seremonial. Ini adalah titik tolak untuk membangun gerakan yang kontekstual dengan tantangan zaman, termasuk bagaimana memanfaatkan ruang digital sebagai medium perjuangan gagasan,” ujarnya.
Dhira menekankan, GMNI harus hadir sebagai kekuatan ideologis yang berpihak pada rakyat kecil. Menurutnya, marhaenisme tidak boleh berhenti sebagai konsep, tetapi harus diterjemahkan dalam kerja-kerja konkret yang menyentuh persoalan masyarakat, terutama kaum miskin kota.
Dukungan terhadap penguatan kaderisasi juga disampaikan Ketua Bidang SDM DPP GMNI, Adi Maliano. Ia menilai, cabang memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan ideologi sekaligus membangun fondasi ekonomi organisasi yang mandiri.
“Cabang harus menjadi ruang tumbuhnya kader-kader ideologis yang kritis terhadap realitas sosial. Di sisi lain, kemandirian ekonomi melalui koperasi dan unit usaha kreatif perlu diperkuat agar perjuangan organisasi memiliki daya tahan,” katanya.
Adi juga mendorong agar tradisi diskusi, sekolah ideologi, dan forum intelektual terus dihidupkan sebagai ciri khas gerakan mahasiswa.
Sementara itu, Ketua Persatuan Alumni GMNI Kota Baubau, Dr. Nurhayati, M.Si., menyebut pelantikan sebagai proses legitimasi kepemimpinan yang harus dibarengi dengan komitmen moral dan soliditas internal.
“Solidaritas dan kematangan kepemimpinan menjadi kunci agar nilai-nilai marhaenisme tetap hidup dan relevan, tidak hanya di Baubau tetapi juga di tingkat regional,” ujarnya.
Dari unsur pemerintah, Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darussalam, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang partisipatif.
“Mahasiswa adalah mitra kritis pemerintah. Tradisi intelektual dan gerakan yang sehat harus terus dijaga agar demokrasi lokal berkembang dengan baik,” tuturnya.
Ia juga membuka ruang sinergi dalam program literasi demokrasi, pengabdian masyarakat, serta advokasi kebijakan berbasis riset.
Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, S.H., dalam kesempatan yang sama mengingatkan pentingnya keselarasan antara ilmu dan pengabdian.
“Pengetahuan harus berbuah pada tindakan nyata. Ilmu dan amal tidak bisa dipisahkan. Kader GMNI harus menjadikan ilmu sebagai dasar dalam setiap pengabdian kepada masyarakat,” pesannya.
Dengan pelantikan ini, DPC GMNI Kota Baubau diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal, menjaga konsistensi ideologi, serta menghadirkan gerakan mahasiswa yang responsif dan solutif di tengah dinamika sosial masyarakat. (L)






