INAnews.co.id – Jumlah itu juga masih bisa semakin bertambah, mengingat jumlah korban di area Balaroa serta beberapa titik lainnya yang amblas karena likuifaksi belum juga bisa diperkirakan.
“Korban meninggal dunia sudah mencapai 1234 jiwa, korban meninggal berasal dari empat wilayah di Sulteng yang terkena dampak bencana yaitu Donggala, Sigi, Kota Palu, serta Parigi Moutong,” kata Sutopo saat menyelenggarakan jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa (2/10).
Adapun korban yang mengalami luka berat sebanyak 799 korban. Sementara itu korban yang masih dinyatakan hilang bedasarkan laporan yang masuk siang ini sebanyak 99 orang yang terbagi dalam beberapa kabupaten.
Sutopo menambahkan “Korban meninggal terutama karena puing-puing gedung dan terjangan tsunami.” Menurut Sutopo sebagaian korban meninggal dunia itu sudah ada yang dimakamkan pada Senin (1/10), sementara sebagian yang lain masih butuh proses identifikasi hingga pada akhirnya dimakamkan
Data korban juga masih bisa semakin bertambah, mengingat jumlah korban di area Balaroa serta beberapa titik lainnya yang amblas karena likuifaksi belum juga bisa diperkirakan. Adapun korban yang mengalami luka berat sebanyak 799 korban. Sementara itu korban yang masih dinyatakan hilang bedasarkan laporan yang masuk siang ini sebanyak 99 orang yang terbagi dalam beberapa kabupaten.
“Korban luka berat 799 jiwa, semua sudah dirawat di berbagai rumah sakit,” kata Sutopo. Sementara itu, Sutopo juga menungkapkan jumlah total pengungsi yang dibagi dalam berbagai titik hingga Selasa (2/10) siang ini sudah mencapai 61.867 jiwa.
Sebelumnya diberitakan, korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, bertambah menjadi 844 Orang. Selain itu, sebanyak 632 orang mengalami luka berat.
Mereka tengah dirawat di rumah sakit. Angka tersebut berdasarkan data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (1/10) pukul 13.00 WIB. “Jenazah terus berdatangan,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta.
Sutopo memaparkan, jumlah korban meninggal paling banyak berada di Palu, yakni 821 orang. Sebanyak 744 jenazah di antaranya sudah teridentifikasi. Kemudian, di wilayah Parigi Moutong ada 12 orang meninggal dan di Donggala 11 orang meninggal. “Dari wilayah Sigi belum dapat informasi,” ujar Sutopo.






