Menu

Mode Gelap
Ekonomi Tumbuh tapi Rupiah Lemah dan Fiskal Tertekan Kasus Korupsi LPEI, CBA Pertanyakan KPK Kelanjutan Pemeriksaan Direktur BNI Munadi Herlambang Distribution Goals: Strategi Distribusi Daging Agar Tepat Sasaran dan Berkesan Pertumbuhan 5,61 Persen tapi Rakyat tak Merasakannya Dukcapil Dorong Verifikasi Digital dan Keamanan Data Pribadi KTP-el Tetap Sah untuk Check-in Hotel dan Layanan Publik

KEUANGAN

Debt Swap Selesaikan Utang Kereta Cepat

badge-check


					Foto: dok. CNBC Perbesar

Foto: dok. CNBC

INAnews.co.id, Jakarta– Ekonom CELIOS Bhima Yudhistira mengusulkan mekanisme debt swap atau tukar utang sebagai jalan keluar atas beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) yang mencapai sekitar 1,2 triliun rupiah.

“Jalan keluarnya satu, harus melakukan debt swap, menukar utang dengan sesuatu yang bernilai,” kata Bhima dalam wawancara bersama Helmy Yahya, Senin (11/5/2026). Ia menyebut sejumlah opsi penukaran, antara lain restorasi terumbu karang, pembangunan rusun di sekitar stasiun, atau pengembangan kawasan industri yang infrastrukturnya disiapkan Indonesia sebagai bagian dari kesepakatan.

Bhima juga mengusulkan skema value-to-value, yakni kerja sama di mana Indonesia, melalui pengalaman mengoperasikan kereta cepat, ikut berkontribusi dalam proyek kereta cepat di negara lain bersama konsorsium Tiongkok, misalnya di Afrika atau Papua Nugini. Ia menyebut PT INKA dan Danantara sebagai pihak yang dapat dilibatkan dalam skema tersebut.

Ia mengingatkan, pemerintah perlu mengemas skema ini secara hati-hati agar tidak dipersepsikan sebagai sinyal gagal bayar oleh lembaga pemeringkat internasional. “Ini sebenarnya masalah komunikasi,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ekonomi Tumbuh tapi Rupiah Lemah dan Fiskal Tertekan

12 Mei 2026 - 18:36 WIB

Rupiah tak Bisa Dibohongi

10 Mei 2026 - 23:45 WIB

OJK: IHSG Sudah Bergerak sesuai Fundamental

6 Mei 2026 - 10:13 WIB

Populer EKONOMI