INAnews.co.id, Jakarta– Ekonom Ferry Latuhihin memperingatkan rupiah berpotensi melemah hingga Rp22.000, bahkan Rp25.000 per dolar AS. Ia menyebut pemicu utamanya adalah kemungkinan penurunan peringkat (downgrade) utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional.
Ferry menilai persoalan nilai tukar kini sudah bergeser dari masalah fundamental ke tataran psikologis. “Bukan masalah fundamental lagi. Ini sudah masalah psikologis,” ujarnya ke Helmy Yahya saat diwawancarai, Senin (8/6/2026). Ekspektasi negatif investor terus mendorong permintaan dolar, terlepas dari kondisi pertumbuhan ekonomi riil yang masih bisa mencapai 5 persen.
Ia juga menyoroti keluarnya modal asing dalam jumlah masif, puluhan triliun rupiah dari pasar obligasi maupun saham, yang menekan rupiah semakin dalam. Porsi kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) kini tinggal sekitar 12 persen, dan tekanan jual masih berpotensi berlanjut.






