Menu

Mode Gelap
Aldi’s Hotdog Buka Cabang Ketiga di BSD, Andalkan Odading Jadi Hotdog GAKESLAB Jakarta Hadir dan Berpartisipasi Dalam Seminar Nasional XIII & Healthcare Expo XI ARSSI 2026 Menduga Ada ‘Barter’ Kasus Jampidsus dan Korupsi MBG Pernyataan Hotman Paris soal Izin Presiden Menampar Prabowo Nanik Deyang Mundur dari BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung Mencurigai Ada Kolusi di Temuan Uang Kasus Febrie

KEUANGAN

Keuangan Syariah Indonesia Masih Jalan Sendiri

badge-check


					Foto: Nur Hidayah/tangkapan layar Perbesar

Foto: Nur Hidayah/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Sektor keuangan syariah Indonesia disebut menjadi titik lemah terbesar dalam penilaian SGIE 2025-2026. Meski unggul di sektor modest fashion dan pariwisata ramah muslim, Indonesia hanya berada di urutan keenam untuk keuangan syariah, satu-satunya sektor utama yang tertinggal jauh.

Prof. Nur Hidayah dalam diskusi publik INDEF, Senin (8/6/2026), menyebut pangsa pasar keuangan syariah Indonesia saat ini baru mencapai 11 persen, jauh di bawah potensi yang seharusnya bisa diraih.

“Industri halal dan keuangan syariah seharusnya menjadi satu kesatuan yang saling terintegrasi. Tetapi dalam kondisi objektif, keduanya masih berjalan masing-masing,” jelasnya.

Ia menambahkan, UMKM halal yang telah bersertifikasi justru banyak yang masih mengandalkan pembiayaan konvensional karena sulitnya mendapatkan pembiayaan kompetitif dari lembaga keuangan syariah. Undang-Undang Jaminan Produk Halal pun dinilai belum menyentuh aspek pembiayaan, hanya berfokus pada bahan baku dan proses produksi.

Prof. Nur merekomendasikan peningkatan pangsa pasar keuangan syariah dari 11 persen menjadi 15–20 persen, harmonisasi regulasi antara OJK, Bank Indonesia, KNEKS, dan DSN-MUI, serta pengembangan sukuk digital dan tokenisasi aset syariah.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Pengusaha, Profesional Nahdiyin Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

21 Juli 2026 - 09:43 WIB

Kontribusi Koperasi Syariah ke UMKM Masih Kalah Jauh dari Bank Syariah

20 Juli 2026 - 13:38 WIB

Ferry Latuhihin Dukung Kortas Tipidkor Usut Penyimpangan Energi

9 Juli 2026 - 21:29 WIB

Populer EKONOMI