Menu

Mode Gelap
Ekspor Halal RI Kalah dari Brasil hingga Polandia Empat Kali Kalah Pilpres, Prabowo: Saya Ingin Selamatkan Indonesia Kritik Keras Kebijakan Ekonomi Purbaya Keuangan Syariah Indonesia Masih Jalan Sendiri Militer Kawal Pembabatan Hutan di Merauke demi PSN Modest Fashion Jadi Satu-satunya Andalan RI di SGIE

HUKUM

Militer Kawal Pembabatan Hutan di Merauke demi PSN

badge-check


					Militer Kawal Pembabatan Hutan di Merauke demi PSN Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Tentara Nasional Indonesia (TNI) dituding terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek strategis nasional (PSN) di Merauke, Papua Selatan, termasuk mengoperasikan alat berat untuk membuka hutan adat masyarakat Marin di wilayah Wanam.

Ambrosius Mulait dari Yayasan Pusaka Bentala Rakyat menyatakan ia menyaksikan sendiri personel Batalion 801 memegang dozer dan mencangkul pohon-pohon hutan, sementara prajurit bersenjata lain berjaga di luar. “Ini tentara kok ditugaskan untuk babat-babat hutan dengan pegang senjata begitu,” ujarnya saat diwawancarai di kanal YouTube YLBHI, Senin (8/6/2026).

PSN di Merauke mencakup lahan seluas 2,3 juta hektar yang dibagi dalam lima kluster. Kluster terbesar berada di Wanam dengan target satu juta hektar untuk cetak sawah, dikuasai oleh dua perusahaan, yakni Johan Lyna Group dan Agrinas Pangan. Seluruh kluster sudah mulai dieksekusi sejak 2024, namun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) baru diterbitkan oleh Kementerian Pertahanan pada September 2025, setelah pembukaan lahan berjalan lebih dari setahun.

Mulait menegaskan tidak ada satu pun masyarakat adat pemilik ulayat yang dilibatkan dalam proses persetujuan. Masyarakat dari enam marga di Wanam, termasuk Moen Tayoga, Moen Buako, dan Basik-basik, justru menjadi korban pembongkaran dusun tanpa pemberitahuan. “Kalau pemerintah klaim ada partisipasi masyarakat adat dalam proyek PSN, itu tipu,” katanya.

Kehadiran militer bersenjata membuat masyarakat yang mencoba memprotes menjadi takut dan trauma. Dampak psikologis juga meluas ke satwa liar di sekitar lokasi, termasuk kasuari dan kanguru yang terbiasa dengan jalur berburu masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

1.200 Warga Papua Mengungsi Sepanjang Januari–Juni 2026

10 Juni 2026 - 21:07 WIB

Gerontokrasi Mengancam: Pemimpin Tua, Pikiran Kian Jauh dari Rakyat

8 Juni 2026 - 16:45 WIB

Bela LZN, Advokat Kepton Beberkan Dugaan Kekeliruan Materiil dan Prosedural Penyidik ‎

7 Juni 2026 - 17:06 WIB

Populer HUKUM