INAnews.co.id, Wonosobo – Sport tourism kini menjadi gaya hidup global yang juga terus berkembang pesat di Indonesia, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan pengalaman wisata yang autentik.
Sport tourism tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga membuka peluang besar untuk mempromosikan daerah dan produk lokal secara lebih efektif dibandingkan metode promosi tradisional.

Gelaran Dieng Caldera Race bukan sekadar ajang adu ketahanan fisik. Event trail run yang digelar di kawasan Dieng ini menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah melalui konsep sport pariwisata.
Dalam keterangan resminya Sumarno selaku Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan,”bahwa penyelenggaraan DCR 2026 menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan potensi wisata Dieng kepada masyarakat, termasuk para pelari dari berbagai daerah dan mancanegara.” ungkapnya.
“Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, trail run adalah salah satu pintu untuk pengembangan wisata.Olahraga bisa dikaitkan dengan pariwisata, menjadi sporttourism.”.
Selanjutnya Sumarno menambahkan,” kehadiran para peserta tidak hanya memberikan dampak saat mengikuti perlombaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Para peserta dan pendamping dapat menikmati berbagai potensi wisata, menggunakan penginapan, membeli produk lokal, hingga menikmati kuliner khas daerah.

“Kami berharap yang hadir di sini tidak hanya lari, tetapi juga bisa menikmati pariwisatanya, bisa berbelanja, makan, dan menginap di sini. Ini menjadi bagian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Wonosobo pada khususnya, dan Jawa Tengah pada umumnya,” ucap Pak Sekda Sumarno lebih lanjut..
Pada kesempatan itu, ia juga mengapresiasi konsistensi penyelenggara Dieng Caldera Race yang terus menghadirkan event lari dengan konsep dan tantangan berbeda setiap tahunnya.
Menurutnya, perubahan rute pada tahun ini memberikan pengalaman baru bagi para peserta. Para pelari melewati rute baru dengan tantangan lebih berat melewati kawasan Gunung Sindoro.
“Rutenya berbeda dengan tahun lalu. Hari ini kita naik sampai puncak Sindoro. Cukup menantang, naiknya berat, turunnya lebih berat lagi,” tutur Sekda yang berhasil menyelesaikan kategori 25K dengan catatan waktu 9 jam 25 menit.
Sementara itu Ade Hendrik Saputra selaku Direktur Dieng Caldera Race 2026, mengatakan,” bahwa perubahan rute menjadi salah satu daya tarik utama DCR tahun ini. Khusus kategori 25K, peserta diajak melewati jalur Gunung Sindoro yang sebelumnya belum menjadi bagian dari lintasan.
“Untuk kategori 25K tahun ini 100 persen berubah. Kita naik Sindoro. Ini yang menjadi daya tarik DCR 2026, karena peserta terbanyak tahun ini ada di kategori 25K,” jelasnya.
Ia mengatakan, secara keseluruhan DCR 2026 diikuti sekitar 2.000 peserta, dengan peningkatan jumlah peserta asing yang cukup signifikan. Tahun ini, tercatat lebih dari 150 peserta asing ambil bagian, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 44 orang.
Hendrik menyebut, tingginya minat para peserta memberikan dampak langsung terhadap sektor pariwisata. Sejumlah penginapan di sekitar kawasan Tambi hingga Dieng mengalami peningkatan okupansi selama pelaksanaan event .
“Dari sisi penginapan radius sekitar 15 km dari Tambi sampai Wonosobo maupun ke arah Dieng penuh. Perputarannya mungkin di atas Rp20 miliar dengan adanya Dieng Caldera Race 2026 ini,” ungkapnya.
Selain tantangan lintasan, keindahan lanskap Dieng menjadi salah satu alasan event ini terus diminati. Para peserta disuguhkan pemandangan kawasan perkebunan, pegunungan, dan sejumlah destinasi wisata, seperti Candi Arjuna dan kawasan Telaga Menjer.
Salah satu peserta kategori 25K asal Madiun Jawa Timur, Nadia, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan DCR 2026, terutama karena rute menuju Sindoro memberikan pengalaman berbeda.
“Ini mantap. Water station lengkap, keren. Yang kali ini karena sampai puncak Sindoro, elevasinya jos banget,” ujarnya.
Sementara itu, peserta asal Semarang, Binsar Napitupulu, menyebut bahwa event Dieng Caldera Race memiliki karakter yang berbeda dibandingkan event trail run lainnya.
“Ini salah satu acara trail yang mewah. Venue -nya di resort , suasananya juga luar biasa. Dieng dengan suhunya yang dingin membuat pengalaman lari di sini semakin menarik,” pungkasnya.
Dieng Caldera Race 2026 digelar selama tiga hari, 19–21 Juni 2026, dengan menghadirkan empat kategori perlombaan, yaitu 10K, 25K, 45K, dan 85K. Seluruh rangkaian kegiatan berpusat di Tambi Tea Resort yang menjadi lokasi utama (race central) sekaligus titik aktivitas para peserta selama acara berlangsung.






