Menu

Mode Gelap
Polri Ungkap Puluhan Ribu Kasus Narkoba Sepanjang 2026 Investor Global “Sell Indonesia”, Dana Pensiun Eropa Kabur dari RI Polri Catat Panen Jagung 5,7 Juta Ton Dukung Ketahanan Pangan Polri Garda Terdepan Bangsa Presiden Apresiasi Peran Polri di Sektor Ketahanan Pangan Koalisi Sipil Desak Reformasi Polri, Nyatakan Mosi Tidak Percaya

EKONOMI

Investor Global “Sell Indonesia”, Dana Pensiun Eropa Kabur dari RI

badge-check


					Foto: Ferry Latuhihin/tangkapan layar Perbesar

Foto: Ferry Latuhihin/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Ekonom Ferry Latuhihin mengungkapkan bahwa investor institusi global mulai meninggalkan pasar Indonesia menyusul sentimen negatif bertajuk “Sell Indonesia”. Ia mengutip informasi dari koleganya yang baru diundang JP Morgan ke Eropa, bahwa dana pensiun di Belanda, Inggris, dan Jerman kini menilai Indonesia sudah tidak layak investasi.

Menurut Ferry, alokasi aset taktis dana pensiun tersebut untuk Indonesia dipangkas drastis dari 2 persen menjadi hanya 0,5 persen. Ia menyebut penurunan ini bukan gejala sesaat, melainkan cerminan hilangnya kepercayaan struktural terhadap kondisi kelembagaan Indonesia.

Ferry menilai akar masalahnya bukan semata ekonomi, melainkan kelembagaan. “Masalah kelembagaan inilah yang menyebabkan masalah-masalah struktural,” ujarnya, seraya menyinggung birokrasi gemuk dengan 108 menteri dan wakil menteri, jauh lebih banyak dibanding Amerika Serikat yang menurutnya hanya sekitar 15 menteri di Podcast Endgame, kanal YouTube Gita Wirjawan, tayang Rabu (1/7/2026).

Ia juga menyoroti keluhan resmi dari Kamar Dagang Tiongkok yang menurutnya jarang terjadi karena gaya diplomasi Tiongkok yang biasanya menghindari friksi. “Kalau sampai Tiongkok ngirim surat begitu, selesai,” katanya.

Sebagai indikator, Ferry mencatat posisi investasi portofolio bersih Indonesia turun dari sekitar 374 miliar dolar AS ke 300 miliar dolar AS sejak awal tahun, di luar investasi langsung (FDI) yang menurutnya juga jauh tertinggal dari Singapura dan negara Asia Tenggara lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Hadapi Potensi Krisis Fiskal, Bukan Sekadar Krisis Moneter

1 Juli 2026 - 19:57 WIB

Patriot Bond Dinilai Legalkan Pencucian Uang Korupsi dan Prostitusi

1 Juli 2026 - 17:54 WIB

Perbanas: Program Pemerintah Sudah Tepat, Perlu Konsistensi Kebijakan

1 Juli 2026 - 16:24 WIB

Populer EKONOMI