Menu

Mode Gelap
65 Persen Pengemudi Ojol Pilih Status Mitra, Bukan Karyawan Tetap Regulasi Ojek Online Masih Tercecer, tak Ada Kementerian Pengampu Ojek Online Sumbang 2,37 Persen PDB dan Serap 5,53 Juta Tenaga Kerja Paramadina-INDEF Luncurkan Riset Strategis Ekosistem Ojek Online Mengapresiasi Kejagung atas Tersangkanya Dadan Hindayana Mobil Listrik Tetap Lebih Hijau Meski Listrik Masih Andalkan Batu Bara

METRO

Warga Gomong Mataram Ciptakan Layanan Pengamanan Covid -19

badge-check


					Warga Gomong Mataram Ciptakan Layanan Pengamanan Covid -19 Perbesar

INAnews.co.id, Mataram – Warga lingkungan Sakura Gomong Mataram menciptakan layanan pengamanan Covid-19, setelah diberlakukannya jam malam sebagai sistem karantina wilayah di Kota Mataram. Layanan pendataan protokoler dengan mekanisme scan barcode ini, akan memastikan bahwa seluruh warga lingkungan setempat aman dari sebaran virus mematikan tersebut.

Sistem barcode bernama Protocoler Disaster Covid-19 yang diciptakan oleh Lalu Irvan Kepala Lingkungan Sakura ini, mulai diterapkan pada jam malam sebagaimana aturan karantina wilayah dari Surat Edaran Wali Kota Mataram. Dengan cara ini, pendataan warga yang masuk maupun keluar lingkungan pada waktu karantina tersebut akan mudah diketahui. Sistem ini juga akan memberikan data lengkap terkait pengawasan isolasi mandiri, bagi warga yang di tetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Masyarakat asli maupun pendatang tinggal scan barcode tersebut. Nanti ada form pertanyaan yang kami ajukan dan harus dijawab oleh yang bersangkutan,” terang pemuda lingkungan Sakura, tim pelaksana sistem protocoler Covid-19, Dedy Aryo pada Senin (30/3).

Dedy mengatakan bahwa dalam sistem ini terdapat beberapa pertanyaan yang harus di jawab oleh warga. Salah satunya adalah tentang aktivitas perjalanan yang dilakukan dalam 14 hari terakhir. Bila dijawab “IYA”, sistem langsung memberikan informasi kepada tim pelaksana dan terkoneksi dengan data ditingkat Lingkungan, Lurah hingga Puskesmas yang tergabung dalam gugus tugas penanganan Covid-19.

“Sebagai contoh, kemarin ada salah satu warga yang datang dari Jogja, kami koordinasikan dan komunikasikan dengan pihak keluarga. Alhamdulillah pihak keluarga mengerti situasinya, dan sudah menyiapkan ruang karantina mandiri yang langsung kami semprot disinfektan,” ungkap Dedy.

Salah seorang pemuda setempat, Januar Kurniawan juga menjelaskan, bahwa giat ini terus disosialisasikan ke masyarakat, termasuk mekanisme satu pintu masuk dan keluar wilayah Gomong Sakura.

“Alhamdulillah respon warga cukup positif. Berdasarkan pantauan kami di data base, sudah banyak yang mengisi form online tersebut hingga membuat mudah pemantauan mobilitas warga,”

Seiring penerapannya, sistem ini akan terus di upgrade. Para pemuda ini juga berencana akan membangun “Big Data” warga, yang akan dipergunakan untuk kemudahan Kepala Lingkungan memantau wilayahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

PT Vita Nova Atletik Kenalkan Vector Bandeja Sebagai Sepatu Padel, Lengkapi Line-up Katalog Summer 2026

20 Mei 2026 - 13:17 WIB

33 Tahun Berkarya, Band TENGKORAK Gambarkan Kekejaman Israel atas Palestina Lewat Lagu “Zionist Downfall”

13 Mei 2026 - 13:13 WIB

Sambut Hari Kartini TvOne Tayangkan Program Perempuan Hebat Dengan Narasumber Inspiratif

21 April 2026 - 09:19 WIB

Populer GAYA HIDUP