Menu

Mode Gelap
Pajak 2 Persen Konglomerat Bisa Gratiskan KRL 8 Tahun Presiden Tambah Anggaran Rp1 Triliun untuk UMKM 33 Tahun Berkarya, Band TENGKORAK Gambarkan Kekejaman Israel atas Palestina Lewat Lagu “Zionist Downfall” 94 Persen Respons Publik soal Ekonomi Bernada Skeptis Defisit Fiskal Menganga, Kas Negara Menipis di Awal Tahun Ekonomi Indonesia Berlari Kencang, tapi Staminanya Diragukan

HIBURAN

33 Tahun Berkarya, Band TENGKORAK Gambarkan Kekejaman Israel atas Palestina Lewat Lagu “Zionist Downfall”

badge-check


					33 Tahun Berkarya, Band TENGKORAK Gambarkan Kekejaman Israel atas Palestina Lewat Lagu “Zionist Downfall” Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta  – Tengkorak, band grindcore legendaris asal Jakarta, kembali menggebrak kancah musik bawah tanah Indonesia setelah hampir  satu dekade hiatus. Didirikan pada tahun 1993, band ini telah konsisten berkarya selama 33 tahun

Hibernasi nyaris satu dekade tidak membuat unit grindcore dedengkot TENGKORAK kendor berkarya. Tajinya kembali mereka tancapkan lewat lagu termutakhir “Zionist Downfall”. Bersama single ini, TENGKORAK juga sekaligus mengintroduksi formasi “baru” jika tidak ingin disebut reuni, yakni Ombat Nasution (growl), Yoyok Radianto (gitar 1), Ronie Yuska (dram), Donnirimata (gitar 2), dan Danang Budhiarto (bass). Pasalnya, dua nama terakhir yang disebut juga anggota lama TENGKORAK yang ikut merekam dua album pertamanya: Konsentrasi Massa (1999) dan Darurat Sipil (2002).

Dalam keterangan resminya pada awak media pada Rabu, 13 Mei 2026,  Ombat Nasution selaku penulis lirik, mengungkapkan,”Meski klip “Zionist Downfall” lebih dulu beredar di kanal YouTube, Zim Zum Entertainment tetap bersenang hati merilis single ini dalam format fisik berupa CD dan kaset pada selebrasi Record Store Day 2026. Sesuai titelnya, tema lagu sudah jelas merefleksikan kemungkaran atas invasi zionis ke Palestina yang kian membabi buta.

Masifnya pemberitaan media-media turut memicu mereka untuk angkat suara. “Kita memang tidak bisa menyerang mereka (zionis Israel) secara militer,” lanjut  Ombat.

“Tapi setidaknya kita bisa menyuarakan aspirasi kita lewat karya.” Seolah fenomena tersebut menjadi kegelisahan yang terakumulatif. “Bahkan, spoken word di lagu itu sebenarnya lebih dulu ada ketimbang lirik dan lagunya sendiri,” tambahnya.

Lagu ini merupakan bentuk kemarahan dan solidaritas atas konflik kemanusiaan di Palestina, menegaskan posisi mereka yang tetap kritis terhadap isu sosial.

Tema-tema senada sebenarnya sudah lama TENGKORAK suarakan, terutama sejak album Agenda Suram (2007). Hanya saja isu yang diangkat saat itu masih terkesan sensitif lagi provokatif yang berujung band ini sempat terdiskreditkan. Ironisnya, salah satu lagu TENGKORAK, “Jihad Soldier” justru terampung dalam kompilasi Global Metal bersama ben-ben kaliber internasional, seperti Sepultura, Lamb of God, X-Japan, Mastodon, In Flames, Gojira, dan ben-ben metal belahan dunia lainnya. Bahkan, album tersebut dirilis & didistribusikan via major label Universal Music Kanada.

Selain memakai ilustrasi parodi dari “World Downfall”-nya Terrorizer sebagai sampul rekaman, ada kesan menarik sekaligus menggelitik dalam single ini dimana TENGKORAK menghadirkan geraman gadis belia bernama Sofia, yang tidak lain tidak bukan adalah putri bungsu Ombat sendiri. “Jadi, waktu take vokal di kamar, Sofia tiba-tiba masuk,” kenang Ombat. “Yah, namanya anak kecil, trus dia teriak Zionist Downfall di salah satu part lagu.” Dirasa ekspresinya pas menurut Ombat, akhirnya vokal Sofia ikut bungkus terekam.

Mengikutsertakan anggota keluarga ke dalam band yang sudah berjalan selama 33 tahun ini, seolah penanda para personil TENGKORAK tidaklah lagi muda. Namun, mereka tetap istiqomah menggerinda melalui karya-karyanya. Amunisi selanjutnya sudah “dipersiapkan” (baca: direkam). Dan tinggal menunggu waktu kapan serangan-serangan berikutnya diluncurkan.

“Tengkorak yang dikenal sebagai salah satu pelopor grindcore di Indonesia dengan pengaruh kuat dari Napalm Death, dan “Zionist Downfall” menjadi amunisi terbaru dalam perjalanan panjang mereka di musik keras Indonesia.” Pungkas Ombat.

Gelinding on…!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Vicky Prasetyo: Heritage Medical Bekasi Dibutuhkan Masyarakat Luas

3 Mei 2026 - 05:57 WIB

Setahun Mengabdi, Heritage Medical Bekasi Prioritaskan Kesembuhan Pasien

1 Mei 2026 - 19:51 WIB

Soft Launching Film The Impossible Journey: Kisah Nyata AS Kobalen

25 April 2026 - 15:20 WIB

Populer HIBURAN